Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polisi Dalami Pelajar Ancam Bom

📅 Jumat, 03 Nov 2023, 04:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Polisi Dalami Pelajar Ancam Bom Doc: ANTARA/Abdu Faisal
Ket. Siswa Ditangkap I Enam pelajar setingkat SMA dibawa ke kantor polisi Koja, Jakarta Utara, untuk didalami terkait unggahan di media sosial, Kamis (2/11).

JAKARTA - Saat ini aparat kepolisian masih mendalami tindakan enam pelajar SMA yang mengunggah ancaman bom sebuah trade mal Jakarta Utara melalui medsos.

"Kami masih mendalami motif para pelajar, terutama terhadap admin akun media sosial. Ada satu pelajar perempuan. Lainnya, laki-laki. Mereka satu sekolah," kata Kapolsek Koja, Kompol Muhammad Syahroni, Kamis (2/11).

Muhammad Syahroni membenarkan enam pelajar SMA ditangkap dan diamankan ke kantor polisi untuk didalami terkait unggahan di media sosial. Sedangkan Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah 2 Jakarta Utara, Purwanto, minta Kepala SMA di Cilincing menatar siswanya yang ditangkap PolsekKoja. Mereka ditangkap karena menyebar ancaman bom melalui media sosial terhadap salah satu pusat belanja.

"Saya minta Kepsek memonitor perkembangannya," kata Purwanto. Mal di Koja mendapat teror bom dari orang tak dikenal . Ancaman bom dikirim lewat fitur pesan langsung (directmessage) Instagram, Kamis, sekitar pukul 10.00 WIB.

Dalam pesan tersebut, sang pengirim mencantumkan sebuah tangkapan layar yang berisi ancaman bahwa di sekitar Koja akan segera terjadi peledakan bom. Direktur Operasional Koja Trade Mal, Yogi Suprayogi, membenarkan stafnya yang mengelola akun Instagram perusahaan yang pertama kali membaca pesan tangkapan layar tersebut.

Menurut Yogi, ancamannya berbunyi, "Eh nanti di sekitar ini ada berupa bom." Karena berupa ancaman, Yogi mengaku lebih berhati-hati menindaklanjuti pesan yang dikirim ke media sosial perusahaan. Meski sebuah tangkapan layar dari warganet biasa, tangkapan layar itu tetap disikapi dengan hati-hati oleh manajemen.

"Kami tidak boleh menanggapi itu secara kemudian dianggap enggak ada. Kami langsung menyampaikan ke Kapolsek," kata Yogi. Usai menerima laporan, Kepala Polsek Koja langsung mengirimkan tim untuk memeriksa dan mengolah data secara menyeluruh. "Kurang dari satu setengah jam, pelakunya sudah ditangkap," kata Yogi.

Menurut informasi terakhir, enam pelajar dari Cilincing, sekolahnya juga sekolah negeri. Mereka digelandang ke Markas Polsek Koja. "Ini luar biasa ya kecepatan penangkapannya. Motifnya apa. Kami juga tidak tahu. Apakah dalam bentukprankatau apa, kami tidak tahu," ujar Yogi.

Dia tetap was-was karena di mal banyak orang. Dia mengapresiasi cepatnya penangkapan pelaku, sehingga para pengunjung tetap bisa berbelanja. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Ilmuwan Ungkap Gletser Swis...
Nasional
BMKG Prediksi Musim Hujan 2...
Advertisement
Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.