Mengagetkan, Mantan Kepala SMKN Kendari Ditangkap karena Diduga Melakukan Hal Memalukan Ini

Jumat, 03 Nov 2023, 00:14 WIB

Kendari - Mengagetkan, Satuan Reserse Kriminal atau Sat Reskrim Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kendari, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) menangkap mantan Kepala Sekolah di salah satu Sekolah Menengah Kejuaraan Negeri (SMKN) di Kota Kendari berinisial MFS (58) karena melakukan tindak pidana korupsi sebesar Rp1,2 miliar.

Kepala Sat Reskrim Polresta Kendari AKP Fitrayadi di Kendari Kamis, mengatakan bahwa MFS ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan karena menyalahgunakan dana bantuan pembangunan fisik re-desain ruang praktikum siswa (RPM) teknik permesinan pada SMKN tersebut dengan nilai anggaran Rp2,3 miliar.

"Yang melekat dalam DIPA (daftar isian penyelenggaraan anggaran) Satker (satuan kerja) Direktorat SMK Kemendikbudristek tahun anggaran 2021," kata Fitrayadi.

Dia membeberkan bahwa tindak pidana korupsi yang dilakukan MFS bermula saat tahun anggaran 2021, SMKN tersebut ditetapkan sebagai salah satu sekolah bantuan pemerintah program pengembangan sekolah menengah kejuruan pusat keunggulan.

"Hal itu berdasarkan dari keputusan Dirjen Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi dengan nilai Rp2,3 miliar untuk pembangunan fisik re-desain ruang praktikum siswa sektor pemesinan," ujarnya.

Dalam melaksanakan program bantuan pemerintah pusat itu, lanjut Fitrayadi, tersangka selalu kepala sekolah dan juga sebagai pengelola anggaran telah menunjuk beberapa orang dengan melalui surat keputusan untuk mengelola anggaran pembangunan fisik tersebut secara swakelola.

"Bantuan dana tersebut dari kementerian diberikan dalam bentuk uang tunai dengan dua tahap, tahap pertama 70 persen dan tahap kedua 30 persen," sebutnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh kementerian, kata Fitrayadi, ditemukan bahwa struktur bangunan gedung yang dilakukan tersebut dinyatakan tidak layak pakai dan gagal konstruksi.

"Dan adanya penyalahgunaan kewenangan yang melakukan pembangunan tidak sesuai apa yang ditentukan oleh Kementerian Dikbudristek," jelasnya.

Fitrayadi menyampaikan bahwa dalam pembangunan tersebut, diketahui kerugian negara mencapai Rp1,2 miliar.

Ia menyebutkan bahwa untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, MFS dikenakan Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun," ungkapnya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Modus Baru, Penipu di Kamboja Jual Jasa 'Anti-Banned' untuk Kuras Data Medsos

Bangladesh Punya Presiden Baru Setelah Pemilu Sengit 35 Tahun Terakhir

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.