Berdayakan Ekonomi di Pesantren, Bank DKI Kolaborasi Dengan HEBITREN

Jumat, 03 Nov 2023, 15:05 WIB

JAKARTA- Bank DKI terus berupaya mewujudkan pemberdayaan ekonomi di lingkungan pesantren. Melalui Unit Usaha Syariah, Bank DKI bersama Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN) menandatangani Nota Kesepahaman bersama yang diselenggarakan di Jakarta, baru-baru ini.

Nota kesepahaman tersebut ditandatangani Direktur Ritel & Syariah Bank DKI, Henky Oktavianus bersama ketua HEBITREN Provinsi DKI Jakarta, Muhammad Asy'ari Akbar yang disaksikan oleh Ketua Dewan Pengawas Syariah Bank DKI, Muhammad Maksum.

Ket. Foto: Jajaran Direksi Bank DKI dan HEBITREN — Sumber: Istimewa

Acara tersebut juga sebagai bagian dari peringatan Hari Santri yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2023, dengan tema "Jihad Santri, Jayakan Negeri". Selain penandatanganan secara simbolis, acara juga dimeriahkan dengan penampilan Team Hadroh Pondok Pesantren Al-Islah, Jakarta, serta talkshow dengan tema "Optimalisasi Bantuan KJP untuk operasional Pesantren".

Direktur Teknologi dan Operasional, merangkap Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama Bank DKI, Amirul Wicaksono dalam kesempatan lain menyampaikan, kolaborasi itu merupakan upaya Bank DKI dalam melakukan optimalisasi layanan perbankan syariah dengan membangun kerja sama antar lembaga.

"Bank DKI menyambut baik kolaborasi positif bersama HEBITREN Provinsi DKI Jakarta ini, sebagai bagian pemberdayaan ekonomi dengan memanfaatkan keaktifan unit usaha pesantren, maupun pelaku usaha yang aktif di dalamnya," kata Amirul.

Sebagai informasi, ruang lingkup kerja sama antara Bank DKI dengan HEBITREN meliputi pemanfaatan produk dan jasa layanan perbankan syariah, dimana Bank DKI akan menyediakan berbagai akses produk perbankan mulai dari produk dana pihak ketiga, pembiayaan, keagenan, maupun berbagai layanan digital berbasis syariah kepada ekosistem yang berada di bawah naungan HEBITREN.

Selain itu, melalui skema kemitraan, kolaborasi ini juga memiliki ruang lingkup pengembangan lembaga keuangan syariah berbasis koperasi Pondok Pesantren, pengembangan inkubator bisnis bagi santri, kemitraan program Bank Wakaf Mikro (BWM), serta kerja sama usaha lainnya yang saling memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

HEBITREN sendiri merupakan wadah penguatan kemandirian pesantren yang ditujukan untuk mendorong akselerasi penguatan ekonomi dari unit usaha yang ada di pondok pesantren, dengan 110 pondok pesantren sebagai anggotanya. Berdirinya HEBITREN juga bertepatan dengan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) pertama pada tahun 2014 yang diselenggarakan di Surabaya oleh Bank Indonesia .

Dual Banking Leverage Model

Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Arie Rinaldi menambahkan, Bank DKI melalui Unit Usaha Syariah terus memperluas serta mengoptimalkan kinerja layanan perbankan Syariah, salah satunya dengan mengimplementasikan Dual Banking Leverage Model (DBLM), sebagai solusi layanan perbankan kepada nasabah yang menghendaki pilihan produk dan layanan syariah.

"Bank DKI juga menghadirkan kemudahan berbagai layanan perbankan syariah secara digital, yakni melalui Super Apps JakOne Mobile mulai dari fitur pembukaan rekening tabungan, dan deposito iB. Selanjutnya, pengguna juga dapat dimudahkan dengan pembayaran berbagai tagihan, termasuk pajak dan retribusi, serta pembayaran Zakat dan donasi di berbagai lembaga," tutup Arie.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Vitto Budi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.