Dokter Minta Orang Tua Kenali Tanda Lapar-Kenyang Anak

Kamis, 02 Nov 2023, 13:40 WIB

Jakarta -- Kalangan orang tua harus mengenali dengan baik tanda lapar dan kenyang anaknya serta cara merespons secara tepat, kata dokter subspesialis anak bidang nutrisi dan metabolisme Rumah Sakit Hermina Jatinegara, Jakarta, Damayanti.

"'Responsive feeding'-nya (pemberian makan yang responsif) itu nggak jelas, sehingga anaknya juga bingung mau makan," ucapnya di Jakarta, Rabu.

Ket. Foto: Petugas kesehatan menyusun makanan sebelum diberikan kepada balita saat pelaksanaan program Penanganan Anak Kurang Gizi atau Stunting (Pak Ginting) di Puskesmas Satu Ulu Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (3/3/2023). — Sumber: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/rwa.

Ia mengatakan orang tua harus mengerti mengenai "responsive feeding", yakni metode menyuapi anak dengan dengan mengenali tanda lapar dan kenyang si kecil, serta bagaimana cara tepat untuk merespons.

Masalah makan, katanya, bisa saja terjadi karena memang anak yang tidak mau makan, namun seringkali juga ditemukan bahwa anak mau makan tetapi orang tua yang salah persepsi atau tidak mengerti tanda-tanda anak sedang lapar.

Sebanyak 87 persen dari 1.100 anak yang berusia satu hingga tiga tahun atau masa toddler mengalami masalah makan karena orang tua tidak mengerti pola makan.

"Kebanyakan masalah makan itu sebenarnya dari hasil penelitian yang kami kerjakan dari 1.100 toddler ya, anak itu ternyata yang 87 persen masalahnya adalah dia (orang tua) tidak tahu pola makan yang benar," katanya.

Masalah makan pada anak, kata dia, juga terjadi pada kasus memilih makanan tertentu atau dikenal dengan "selected eater".

"'Selected eater' ini masalahnya agak berat, pokoknya yang namanya sayur, dia (anak-anak) tidak mau semuanya, yang bentuk apapun nggak mau juga," ucapnya.

Anak usia satu sampai dengan tiga tahun, menurut dia, sudah bisa diberikan makanan keluarga untuk mencukupi kebutuhan nutrisi, sehingga tidak perlu lagi membuatkan jenis makanan yang lunak seperti bubur bayi.

Orang tua, ujar dia, juga harus berpatokan pada gizi seimbang dalam memberikan makanan kepada anak, terdiri atas makanan pokok, laut berprotein hewani dan nabati, serta sayuran dan buah-buahan.

"Jadi semuanya harus ada ya, ada sumber karbohidrat dari makanan pokok, seperti nasi, kentang, dan lainnya, ada juga protein, ada dari buah dan sayur juga," ujarnya.

Pada masa balita, katanya, orang tua perlu mewaspadai pilih-pilih makanan atau "picky eater" yang terjadi pada anak.

Dirinya mengatakan pada rentang usia di bawah lima tahun, anak-anak sudah sadar akan sifat kewaspadaan dalam dirinya, cenderung berhati-hati atau waspada terhadap hal baru, termasuk makanan.

Rata-rata kebutuhan kalori anak usia balita dengan berat badan 13 kg dan tinggi 92 centimeter sekitar 1.350 kalori per hari.

Meski begitu, ia menjelaskan bahwa jumlah tepatnya bisa bervariasi tergantung tingkat pertumbuhan dan aktivitas masing-masing anak.

"Semakin bertambah usia anak, semakin banyak pula porsi makannya. Misalnya, porsi makan anak usia 1 tahun, yaitu seperempat porsi dewasa, sedangkan ketika berusia 3 tahun bisa mencapai setengah," kata Damayanti.

Ia mengatakan bahwa pola makan yang baik dan benar perlu diterapkan oleh orang tua kepada anak-anaknya agar terhindar dari stunting atau gizi buruk.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

Berita Terbaru

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.