Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkab Gorontalo Gelar Pelatihan Peningkatan Produktivitas Pertanian

Senin, 30 Okt 2023, 00:15 WIB

Kabupaten Gorontalo - Perkuat ketahanan pangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo, Provinsi Gorontalo menggelar pelatihan peningkatan produktivitas pertanian programThe Development of Integrated Farming System in Upland Areas(Upland).

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo Rahmat Pomalingo di Gorontalo, Ahad mengatakan program itu dirancang dengan menggunakan sumber dana pinjaman luar negeri.

Ia menjelaskan, pelatihan tersebut dilakukan selama tiga hari mulai 26 hingga 28 Oktober 2023 di Manado, Sulawesi Utara.

"Tujuan dari kegiatan Upland ini adalah untuk meningkatkan produktivitas pertanian di dataran tinggi dan meningkatkan pendapatan petani," ucap dia.

Desainnya dirancang agar pada tingkat usaha tani, produktivitas meningkat tanpa merusak lingkungan sehingga semua konstruksi akan disesuaikan dengan desain yang ramah lingkungan.

"Kegiatan Upland ini didanai Islamic Development Bank (ISDB) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD)," jelas Rahmat.

Rahmat mengatakan, Kabupaten Gorontalo menjadi satu dari 13 kabupaten di Indonesia yang mendapat hibah luar negeri.

Dalam pelaksanaan kegiatan pinjaman luar negeri itu dibutuhkan dukungan dari anggaran Pemerintah Indonesia untuk pelaksanaan kegiatan seperti yang dipersyaratkan dalam perjanjian pinjaman dan perjanjian keuangan masing-masing pihak.

"Realisasi pekerjaan fisik di tahun 2023 antara lain, pembangunan terasering, embung dan jalan usaha tani. Untuk realisasi Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) dan Sarana Produksi Pertanian (Saprodi) juga sudah berjalan sesuai rencana," ungkap Rahmat.

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian, Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Rina Tayeb menguraikan, tujuan lain program Upland adalah meningkatkan produktivitas pisang jenis Gapi dan pendapatan petani di Kecamatan Pulubala dan Kecamatan Telaga sebagai daerah dataran tinggi melalui pengembangan infrastruktur lahan dan air, pengembangan sistem agribisnis dan penguatan sistem kelembagaan.

"Agar petani bisa mandiri, dibutuhkan perubahan kerangka berpikir, pemberdayaan, sosialisasi, studi komparatif, pelatihan dan bimbingan teknis, penguatan kelembagaan petani dan gapoktan termasuk peningkatan peran penyuluh," kata dia.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.