RI Kebut Capaian Netralitas Karbon
Jumat, 27 Okt 2023, 08:22 WIBJAKARTA - Indonesia berkomitmen mencapai Kontribusi yang Ditetapkan secara Nasional (NDC) dan mencapai net zero emission pada 2050 atau lebih cepat dalam percepatan transisi energi.
"Dalam jangka panjang, terdapat peluang untuk pengembangan fasilitas tenaga surya, panas bumi," kata Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ego Syahrial, dalam keterangan di Jakarta, Kamis (26/10).
Hal itu disampaikan saat Delegasi Uni Eropa (UE) untuk Indonesia menggelar konferensi dengan tema "Jalan Menuju Indonesia Sejahtera - Didukung oleh Energi Terbarukan". Konferensi ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan di sektor energi, mulai dari pemerintah, organisasi internasional, sektor swasta, hingga masyarakat sipil.
Dikatakan Ego, peluang pengembangan transisi energi juga dengan fasilitas tenaga air, dan hidrogen hijau, karena pembangkit listrik tenaga batu bara akan dihentikan sepenuhnya pada 2058.
Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Vivi Yulaswati, mengatakan kebijakan Ekonomi Hijau dan net zero merupakan kunci penting dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Indonesia.
"Pembiayaan yang ramah lingkungan, seperti pajak karbon dan penetapan harga karbon akan menjadi instrumen-instrumen utama dalam implementasinya," katanya.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Yudho Dwinanda Priaadi, menyoroti cara Indonesia mengoptimalkan ketersediaan dan jangkauan energi terbarukan, antara lain melalui program super-grid yang memungkinkan untuk mengintegrasikan pulau-pulau di Indonesia ke dalam satu jaringan listrik nasional.
"Juga melalui konversi pembangkit listrik tenaga diesel menjadi baterai hibrida yang ramah lingkungan, kita akan dapat memasok listrik ke pulau-pulau terpencil dan daerah-daerah di luar jaringan listrik saat ini," jelasnya.
Sumber Pekerjaan
Sementara itu, Duta Besar Uni Eropa (UE) untuk Indonesia, Denis Chaibi menyebutkan para pemimpin UE ingin melakukan transisi hijau secara lebih cepat untuk mengatasi perubahan iklim dan ancaman terhadap ketahanan energi. Di samping itu, transisi energi di Eropa telah terbukti menjadi salah satu sumber lapangan kerja terbesar di masa depan.
Denis Chaibi menambahkan tim Eropa telah mengukuhkan komitmen senilai 2,4 miliar euro untuk Kemitraan Transisi Energi yang Adil di Indonesia.
"Saat ini yang dibutuhkan adalah komitmen politik, ambisi, dan proyek yang tepat. Indonesia diberkati dengan potensi energi terbarukan yang sangat besar dan UE berharap dapat membawa kemitraan UE-Indonesia ke tingkat berikutnya," katanya.
Para duta besar dan perwakilan dari enam negara anggota UE, yaitu Jerman, Italia, Belanda, Polandia, Prancis, dan Denmark berbagi pengalaman serta kolaborasi negara masing-masing dengan Indonesia dalam hal transisi energi.
Perwakilan UE menegaskan kembali bahwa Uni Eropa dan negara-negara anggotanya siap memberikan dukungan dan bantuan komprehensif untuk memfasilitasi transisi energi di Indonesia.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Kebutuhan Gas Pembangkit Naik 4,5% per Tahun, LNG Jadi Andalan Transisi Energi hingga 2034
-
Cuaca Ekstrem Hantam Bekasi, 27 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung
-
Green Financing Dibuka! Proyek Hijau RI Kini Gampang Dapat Modal, ESG-IN Gandeng IDCTA
-
Percepat Transisi Energi Terbarukan
-
BGN Setop Sementara 1.256 SPPG di Indonesia Timur Tanpa IPAL dan SLHS
-
Nggak Perlu Bangun PLTU Baru! Ini Jurus PLN Tekan Emisi Pakai Limbah Kebun Milik Warga
-
Dorong Ekonomi Hijau, IRT Denpasar Sulap Sampah Dapur Jadi Pupuk Anggrek
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.