Mengagetkan, Ini Modus Praktik Pungli di Lokasi Pedagang UMKM

Kamis, 26 Okt 2023, 00:05 WIB

Jakarta - Mengagetkan, Pemerintah Kota Jakarta Pusat mengungkap modus praktik pungutan liar (pungli) yang terjadi di sejumlah lokasi sementara (loksem) pedagang UMKM.

Walikota Jakarta Pusat Dhany Sukma mencontohkan pedagang di salah satuloksemterpaksa menaikkan harga barangnya karena adanya pungli dari salah satu oknum.

"Jika harga kopi Rp3.000 dinaikkan Rp1.000 menjadi Rp4.000 nanti kelebihan Rp1.000 itu harus disetor ke salah seorang di loksem tersebut," kata Dhany dalam kegiatan sosialisasi Sapu Bersih Pungutan Liar di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Rabu.

Dhany menjelaskan praktik pungli lainnya dilakukan dengan kepemilikan kios loksem oleh satu orang.

Menurut Dhany, seseorang bisa memiliki lebih dari satu kios. Bahkan, oknum tersebut tidak berada di Jakarta dan bukan pedagang atau pelaku UMKM.

"Orang yang punya kios loksem tersebut tidak ada di Jakarta, dia hanya menerima uang setoran dari penyewaan kios. Orang-orang seperti ini sudah harus dihilangkan dari Jakarta," katanya.

Adapun Pemerintah Kota Jakarta Pusat bersama Inspektorat Provinsi DKI Jakarta menggelar kegiatan sosialisasi bertema "Mewujudkan Kawasan Lokasi Sementara (Loksem) yang Bebas dari Pungutan Liar" dengan mengundang 200 peserta terdiri dari RT, RW, LMK, dan para pedagang binaan Jakarta Entrepreneur(JakPreneur).

Sosialisasi ini bertujuan untuk mencegah meluasnya pungutan liar sehingga membawa dampak negatif bagi warga khususnya di lokasi sementara (loksem) binaan Suku DinasPerindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah(SudinPPKUKM)?? Jakarta Pusat.

"Ada 70 ribu binaan yang perlu diberikan akses usaha dan dibina. Sehingga fokus terhadap loksem perlu dilakukan," kata Dhany.

Setelah sosialisasi, Pemkot Jakarta Pusat bersama Tim Saber Pungli akan melakukan upaya penegakan hukum dengan melakukan sidak di sejumlah kawasan loksem.

Sementara itu, Inspektur Pembantu Kota (Irbanko) Jakarta Pusat Nirwan Nawawi menambahkan kegiatan ini bertujuan menuntaskan pungli sesuai atensi Presiden RI Joko Widodo.

Ia berharap adanya partisipasi aktif dari semua pihak yang berkepentingan dalam sosialisasi ini.

"Semua keluhan dan solusi kita bahas pada sosialisasi kali ini. Termasuk cara melaporkan dan pengumpulan alat bukti pada saat terjadi pungli," kata Nirwan.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.