Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menag: Tambahan Kuota Haji Kurangi Antrean

📅 Senin, 23 Okt 2023, 01:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menag: Tambahan Kuota Haji Kurangi Antrean Doc: istimewa
Ket. Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas,

JAKARTA - Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas, mengatakan tambahan kuota haji akan mengurangi antrean jamaah di Indonesia. Adapun tambahan kuota haji 1445 H/2024 M sebanyak 20.000 jemaah.

"Tambahan kuota ini akan berdampak pada menurunnya antrean," ujar Menag usai Peringatan Hari Santri 2023, di Surabaya, Sabtu (21/10).

Dia mengatakan, tambahan kuota ini harus disiapkan lebih baik. Dia telah menginstruksikan jajaran terkait agar kuota haji agar bisa didistribusikan secara berkeadilan, salah satunya untuk calon jemaah lanjut usia atau lansia.

"Nantinya tetap ada prioritas lansia. Jumlahnya saat ini kurang lebih ada 600 ribu jemaah lansia. Saya ingin ini supaya mereka juga bisa menjadi prioritas," jelasnya.

Pemeriksaan Kesehatan

Menag mengungkapkan, pihaknya akan membuat skema baru terkait syarat istitha'ah kesehatan. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan untuk merumuskan langkah terbaik untuk menjaga kesehatan jemaah haji.

Dia menambahkan, jemaah akan menjalani dua kali pemeriksaan. Tujuannya agar jemaah mengetahui kondisi dini kesehatannya dan ada waktu untuk melakukan pemulihan. "Cek kesehatan dilakukan dua kali. Jemaah yang kurang sehat direkomendasikan agar ada proses pemulihan. Pada pemeriksaan kedua, kalau sudah baik, berhak melunasi. Ini ikhtiar agar kasus jemaah sakit dan wafat di Saudi bisa ditekan," tandasnya.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily mendorong agar pelayanan haji mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, sehingga jamaah bisa fokus beribadah. Pihaknya terus melakukan pengawasan terkait pengelolaan dan peningkatan pelayanan haji.

Dia mendorong agar fasilitas hotel dan lainnya bagi jamaah haji lebih memberikan kenyamanan. Dengan begitu diharapkan, jamaah haji fokus ibadah.

"Kami minta hotel minimal sekelas bintang tiga. Makan dikasih, fasilitas bus juga dikasih. Itulah penyelenggaraan ibadah haji semakin hari semakin baik. Pokoknya jamaah haji Indonesia harus makin dimuliakan," terangnya.

Ace melanjutkan Komisi VIII DPR RI pun memiliki peran membahas dan menyetujui biaya penyelenggaraan haji. Komisinya mendorong agar biaya haji jamaah lebih murah. "Pemerintah mengusulkan biaya haji 98 juta rupiah dibawa ke DPR dan tidak langsung menyetujui. Kami bahas, diturunkan dari 98 juta menjadi 90 juta rupiah. Selain itu, biaya pelunasan haji yang diminta pemerintah 69 juta diturunkan menjadi 49 juta atau 50 juta rupiah," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.