Daerah Perlu Optimalkan Pangan Lokal

Senin, 23 Okt 2023, 10:46 WIB

JAKARTA - Pemerintah pusat mendorong setiap daerah memanfaatkan sumber daya pangan lokal sebagai bagian dari upaya menciptakan kemandirian bangsa. Hari Pangan Sedunia (HPS) yang diperingati setiap tahun pada Oktober menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen bersama mengenai pentingnya kedaulatan pangan.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, mengatakan keragaman produksi pangan di setiap daerah menjadi kekuatan yang harus dioptimalkan untuk membangun sumber daya manusia (SDM) yang sehat, aktif, dan produktif di tengah tantangan ketahanan pangan, seperti El Nino.

Ket. Foto: — Sumber: ISTIMEWA

"Keberpihakan pada sumber daya pangan lokal yang beragam di Tanah Air harus diwujudkan melalui pemanfaatan pangan tersebut untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia yang sehat, aktif, dan produktif. Karena itu, daerah harus proaktif dalam menggali potensi dan sumber daya lokalnya," ujar Arief di Jakarta, pekan lalu.

Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, saat menghadiri peringatan HPS 2023, Rabu (18/10) di Taman Pemuda, Cibinong, Bogor, menyatakan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis pangan lokal adalah tugas utama pemerintah, baik di tingkat pusat maupun di daerah.

"Diversifikasi pangan lokal merupakan kunci penting dalam menghadapi tantangan kedaulatan pangan di Indonesia," ungkap Andriko.

Bupati Bogor, Iwan Setiawan, mendorong seluruh stakeholder untuk mengembangkan dan mempromosikan potensi aneka pangan lokal dari seluruh daerah masing-masing, sebagai sumber pangan mandiri untuk mewujudkan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman.

Dampak Ekonomi

Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas, Rinna Syawal, menekankan sosialisasi pola pangan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) berbasis pangan lokal akan memberikan dampak positif tidak hanya pada kesehatan masyarakat, tetapi juga pada perekonomian.

"Hal ini diharapkan bisa menjadi sebuah pendorong untuk semua stakeholders agar menerapkan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman dalam kehidupan sehari-hari agar menciptakan generasi yang sehat, aktif, dan produktif," ungkap Rinna.

Adapun sosialisasi, edukasi, dan promosi pola konsumsi pangan B2SA terus digencarkan NFA dengan menargetkan berbagai segmen atau lapisan masyarakat. Melalui program B2SA Goes To School, NFA terus berupaya menanamkan kesadaran pangan B2SA kepada generasi muda khususnya pelajar. Hingga saat ini program B2SA Goes to School telah menyasar 136 sekolah di 34 provinsi.

Tak hanya itu, juga terdapat program pengembangan desa B2SA, di mana terdapat tiga komponen utama di dalamnya, yaitu rumah pangan B2SA, teras B2SA, dan juga Gerai B2SA dalam setiap desa B2SA. Program ini dilaksanakan di 70 lokasi di 33 provinsi dan realisasinya mencapai 80 persen dari seluruh provinsi sampai saat ini.

Pada aspek kebijakan, Bapanas juga tengah menggodok revisi Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2009 tentang Kebijakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal. Bapanas berpandangan, penguatan regulasi dalam upaya penganakeragaman konsumsi pangan harus dilakukan seiring dengan perubahan dan dinamika kelembagaan pangan serta mempertimbangkan faktor lingkungan strategis.

Adapun Perpres ini bertujuan untuk mendorong diversifikasi dan inovasi dalam konsumsi pangan di Indonesia.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.