Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menteri Agama Minta Santri Lestarikan Tradisi Sarung Nusantara

📅 Minggu, 22 Okt 2023, 09:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menteri Agama Minta Santri Lestarikan Tradisi Sarung Nusantara Doc: ANTARA/Hanif Nashrullah
Ket. Penyanyi Armand Maulana (paling depan) menutup kegiatan Fesyen Sarung Santri Nusantara dengan gaya panggungnya yang khas di halaman Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (21/10/2023) malam.

SURABAYA - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menilai kaum santri telah melestarikan tradisi busana sarung Nusantara karena dipakai dalam kegiatan sehari-hari, seperti kerap terlihat di lingkungan pondok pesantren.

"Sarung itu kan selama ini identik dengan santri. Kami ingin memberikan realisasi sambil kembali bersyukur dengan mengingat identitas yang selama ini kita miliki. Bangga dengan identitas kesantrian kita, itu intinya," kata Menteri Agama dalam keterangannya di Surabaya, Sabtu (21/10).

Hal itu ditekankan Menag saat gelaran Fesyen Sarung Santri Nusantara dalam rangkaian peringatan Hari Santri 2023 di halaman Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (21/10) malam.

Menurutnya, busana sarung telah ada di Bumi Nusantara sejak mayoritas masyarakat memeluk agama Budha di era Kerajaan Sriwijaya, pada sekitar abad ke-7 masehi.

Masih di abad yang sama, ketika kemudian mayoritas masyarakat memeluk agama Islam, kaum santri di pondok pesantren melestarikan busana tradisi nenek moyang bangsa Indonesia itu sampai sekarang.

Busana sarung sejak dipakai masyarakat di abad ke-7 bentuknya sama seperti yang dijumpai sampai sekarang. Hanya motifnya saja yang berbeda-beda.

Fesyen Sarung Santri Nusantara dengan berbagai motif yang khas asal berbagai daerah di Tanah Air ditampilkan oleh finalis Raka-Raki atau Duta Wisata Jawa Timur tahun 2023.

Bahkan penyanyi Armand Maulana, yang menjadi bintang tamu, menutup acara tersebut dengan tampil mengenakan busana sarung.

"Ini pertama kalinya saya tampil menyanyi di atas panggung pakai sarung," kata vokalis grup band Gigi itu.

Armand mengaku tidak gampang menyanyi di panggung pakai sarung.

"Dengan pakai sarung terasa agak nyerimpet. Sebab biasanya saya menyanyi sambil lompat-lompat," ujarnya setelah membawakan dua tembang.

Namun saat membawakan tembang berikutnya Armand tampak sudah terbiasa dengan sarung yang dikenakan di atas panggung.

Suami artis Dewi Gita itu total membawakan tujuh buah lagu-lagunya yang telah populer. Meski memakai sarung namun tetap memukau para undangan di halaman Gedung Negara Grahadi dengan gaya panggungnya yang khas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.