Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Demi Keselamatan, Heru Minta Gedung Sekolah Rawan Kecelakaan Diperbaiki

📅 Kamis, 19 Okt 2023, 12:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Demi Keselamatan, Heru Minta Gedung Sekolah Rawan Kecelakaan Diperbaiki Doc: ANTARA/Risky Syukur
Ket. Anak-anak Sekolah Dasar (SD) mengikuti lomba mewarnai pada "Hari Anak Jakarta Membaca" (Hanjaba) di gedung Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Pusip) Jakarta Barat, Jalan Tanjung Duren Barat, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Selasa (22/8/2023).

JAKARTA - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengemukakan gedung-gedung SD hingga SMA/SMK di wilayah DKI Jakarta yang rawan terhadap kecelakaan harus diperbaiki demi keselamatan para siswa."Diamankan, ini tugasnya Pak Kadis Pendidikan. Semua kepala sekolah kan ada biaya perawatan, ada BOP (Bantuan Operasional Pendidikan). Pak kadis sudah mengeluarkan surat edaran mengimbau untuk yang rawan terhadap kecelakaan diperbaiki," kata Heru di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (19/10).

Hal itu mengingat terjadinya peristiwa seorang siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 06 Pesanggrahan, Jakarta Selatan, meninggal dunia diduga akibat terjatuh dari lantai empat gedung sekolahnya, setelah sebelumnya sempat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Fatmawati pada Selasa (26/9).

Kemudian kasus tewasnya seorang pelajar Kelas IX SMP Negeri 132, Cengkareng, Jakarta Barat, berinisial D yang diduga terjatuh dari lantai empat sekolah itu pada Senin (9/10).

Heru menyebutkan, kepala sekolah (kepsek), guru dan orang tua lebih berperan dalam mengawasi siswa dan menegaskan soal kedisiplinan, mulai dari larangan merokok, bolos sekolah hingga tawuran.

Selain itu, Heru juga meminta Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk mengecek psikologis seluruh pelajar setelah terjadinya insiden siswa tewas di sekolah.

"Kan kemarin tuh kecelakaan karena mereka mau merokok ya, mengumpet ingin merokok. Ini apa ya peran orang tua. Kepala sekolah harus bisa menangani hal itu," ujar Heru.

Sebelumnya, Heru menegaskan bahwa pihaknya akan mencabut Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus bagi pelajar perokok.

Selain itu, Heru berharap KJP Plus dapat disalurkan kepada orang yang tepat dengan melakukan diskusi antara guru dengan murid agar mengetahui kendala yang dialami mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.