Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BRIN Teliti Potensi Berbagai Obat Anti Malaria dari Biodiversitas Indonesia

📅 Rabu, 18 Okt 2023, 16:54 WIB | Oleh:
BRIN Teliti Potensi Berbagai Obat Anti Malaria dari Biodiversitas Indonesia Doc: Antara
Ket. Nyamuk Malaria

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan sedang meneliti berbagai potensi obat anti malaria yang bersumber dari beragam biodiversitas yang dimiliki oleh Indonesia.Periset Biologi Molekuler Eijkman BRIN Josephine Siregar mengatakan kemunculan parasit malaria yang kebal obat membuat para ilmuwan harus menemukan obat-obatan baru untuk mengatasi masalah tersebut.

"Indonesia sangat kaya sumber biodiversitas. Untuk itulah kita bisa bersama-sama membuat penelitian dan penemuan obat baru," ujarnya dalam sebuah seminar bertajuk 'Biologi Struktural dan Model Penyakit' yang dikutip di Jakarta, Rabu.

Josephine menuturkan BRIN kini memiliki koleksi parasit plasmodiumatovaquonedanplasmodiumpyrimethamine.

Beberapa penelitian parasit malaria yang resisten terhadap sulfadoxine,artemisinin,piperaquine, dan obat-obat malaria lainnya juga dilakukan oleh lembaga riset pelat merah tersebut.

"Kita bisa bekerja bersama-sama. Saya mengundang peneliti-peneliti dari universitas ataupun institusi lainnya untuk melakukan screening Indonesian biodiversity for antimalaria candidate," kata Josephine.

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa riset obat yang bersumber dari biodiversitas itu kelak bisa menargetkan semua siklus parasit malaria.

Kompleksitas siklus hidup parasit malaria membuat Indonesia membutuhkan beberapa obat yang bisa mengobati pasien, seperti vivax dan ovale yang dormant malaria.

BRIN masih tetap mencoba untuk menggali penemuan obat untuk mengobati penyakit malaria, meski mereka juga memiliki obat-obatan khusus berupa vivax dan ovale tersebut.

"Kami butuh model untuk menelusuri seluruh siklus hidup parasit malaria. Kalau pakai parasit yang ada pada manusia harus butuh relawan manusia untuk kami gigitan ke nyamuk dan sebagainya, itu juga tidak mudah," kata Josephine.

"Pengembangan model menggunakan mencit itu sangat baik sekali untuk pengembangan obat malaria baru. Semoga ke depan kita bisa mendapatkan suatu kandidat khususnya dari Indonesia," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.