- Home
-
- Luar Negeri
-
- Warga Ekuador Memilih Pres...
Warga Ekuador Memilih Presiden Baru di Tengah Perang Narkoba
Minggu, 15 Okt 2023, 09:34 WIBQUITO - Warga Ekuador memilih presiden baru pada Minggu (15/10) di tengah perang narkoba yang berdarah-darah dan serangkaian pembunuhan politik.
Finalis yang tersisa - pengacara Luisa Gonzalez (45) dan pewaris kerajaan pisang Daniel Noboa (35) - berkampanye dengan rompi anti-peluru ketika ketakutan mencengkeram negara yang dulunya damai.
Keduanya berjanji untuk memprioritaskan menyelesaikan masalah kekerasan yang meningkat.
Kekhawatiran utama warga Ekuador, menurut jajak pendapat baru-baru ini, adalah kejahatan dan ketidakamanan di negara di mana tingkat pembunuhan meningkat empat kali lipat dalam empat tahun hingga tahun 2022. Sekitar 54.000 polisi dikerahkan untuk menjaga keamanan pemungutan suara.
Sudah lama menjadi tempat berlindung para eksportir kokain utama Kolombia dan Peru, kekerasan meledak di negara Amerika Selatan ini dalam beberapa tahun terakhir ketika geng-geng musuh yang memiliki hubungan dengan kartel Meksiko dan Kolombia bersaing untuk mendapatkan kendali.
Pertempuran tersebut menyebabkan sedikitnya 460 narapidana dibantai di penjara sejak Februari 2021.
Pertumpahan darah meluas ke jalan-jalan, geng-geng yang menggantungkan mayat tanpa kepala di jembatan kota dan meledakkan bom mobil di luar kantor polisi untuk unjuk kekuatan.
Sekitar 3.600 warga Ekuador telah dibunuh sepanjang tahun ini, menurut Observatorium Kejahatan Terorganisir Ekuador, termasuk hampir selusin politisi.
Pada bulan Agustus, kekerasan merenggut nyawa jurnalis anti-korupsi dan anti-kartel serta calon presiden Fernando Villavicencio, yang tewas dalam rentetan tembakan senapan mesin ringan setelah pidato kampanye.
Dia telah melakukan pemungutan suara di tempat kedua.
Keadaan darurat diumumkan setelah pembunuhan Villavicencio, dan Noboa serta Gonzalez sama-sama berkampanye dengan pengamanan ketat.
Wartawan yang mengikuti mereka juga harus mengenakan jaket dan helm pelindung serta bepergian dengan kendaraan lapis baja.Banyak yang menerima ancaman pembunuhan.
Tujuh tersangka pembunuhan Villavicencio terbunuh di penjara.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Tambahan CFD Belum Memperbaiki Udara Jakarta, Tetap Buruk
-
Pantai Gading vs Ekuador: Pertarungan Dua Kekuatan yang Memburu Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Petani Rogoh Kocek Tambahan untuk Pasang Jaring Halau Burung Pipit
-
San Antonio Spurs Bungkam Minnesota Timberwolves 115-108
-
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Berikut Prediksi dan Jadwal Sidang Isbat
-
Trump Mengultimatum Iran Agar Menerima Kesepakatan atau Hadapi Lebih Banyak Pemboman
-
Kemenekraf Jajaki Kolaborasi Pengembangan Konten Animasi Berbasis Budaya Lokal
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.