Gerak Cepat, Kemendikbud Harus Buat Rancang Induk Pendidikan Hadapi Digitalisasi
Minggu, 15 Okt 2023, 03:30 WIBJakarta - Gerak cepat, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Profesor Cecep Darmawan menyarankan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) segera membuat rancangan induk dan peta jalan pendidikan nasional untuk menghadapi tantangan digitalisasi.
"Kemendikbud diharapkan segera membuat rancangan induk atau peta jalan pendidikan di era digital saat ini," katanyadihubungi di Jakarta, Sabtu.
Ia mengatakan rancangan induk itu dapat memuat kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan pendidikan dari masa ke masa untuk menghadapi tantangan era digital.
Arah kebijakan pendidikan pada era digitalitu, kata dia, dapat diwujudkan melalui rekonstruksi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional yang lebih progresif, visioner, dan futuristik sehingga mampu menjawab setiap tantangan zaman.
Kebijakan terkait dengan pemerataan akses pendidikan yang berkualitas juga harus dilakukan dengan mengoptimalkan pemenuhan delapan standar pendidikan, seperti standar sarana prasarana digital secara merata dan berkeadilan.
Bahkan, katanya, untuk menghadapi tantangan era digitalperlu ditambah standar digitalisasi pendidikan.
Ia mengemukakan dalam rancangan induk pendidikan nasional juga perlu dimuat formulasi kurikulum masa depan yang mampu meningkatkan karakter, integritas, produktivitas, profesionalitas, daya saing, kualitas, dan kompetensi lulusan pendidikan padaera digital.
"Perlu juga upaya untuk memperkuat link and match antara dunia pendidikan dengan dunia usaha dan industrimelalui revitalisasi pendidikan vokasi," ujarnya.
Selain Kemendikbud, satuan pendidikan dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), katanya, juga memainkan peranan penting untuk menjawab tantangan digitalisasi.
Menurut Cecep, di samping pembentukan hard skill satuan pendidikan juga diharapkan mampu mengubah paradigma proses pembelajaran menuju pembentukan soft skill atau life skill serta karakter.
Satuan pendidikan diharapkan dapat memperkuat kompetensi dan literasi digital dari seluruh elemen pendidikanagar lebih melek digital serta memperkuat infrastruktur, berupa sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran padaera digital.
"Begitupun dengan PGRI harus memaknai era digitalisasi ini dengan mengambil peran sebagai agen perubahan sekaligus agen berpikir kritisserta memiliki kompetensi dan kecakapan abad 21 yang memiliki literasi digital yang mumpuni," kata dia.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan berdasarkan data Future of Jobs Report dari Word Economic Forum, sebanyak 85 juta lapangan kerja akan hilang. Angka itu jauh lebih tinggi dari perkiraan 67 juta lapangan kerja yang akan tumbuh.
Iamengatakan perkembangan teknologi kecerdasan buatan menjadi tantangan yang harus diatasi generasi muda.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
War Tiket EXO Jakarta Dimulai Hari Ini! Cek Link Resmi dan Trik Rebut Kursi Indonesia Arena
-
Cara Cek Status PIP Kemendikdasmen Juni 2026 Pakai NIK dan NISN
-
Sekjen PBB Serukan Agar Masa Depan Diatur Supremasi Hukum, Bukan Kesewenang-wenangan
-
Tiongkok Pererat Kerja Sama dengan Indonesia, Kembangkan Potensi Makassar
-
IMF: Konflik Timur Tengah Menyebabkan Kesulitan Besar di Seluruh Dunia
-
Perempuan Ubah Tantangan Jadi Karya
-
Pemprov DKI dan BPIP Revitalisasi Mapel Pancasila di Semua Jenjang Pendidikan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.