Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Semburan Air Campur Gas Diteliti

📅 Sabtu, 14 Okt 2023, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Semburan Air Campur Gas Diteliti Doc: ANTARA/HO-Pemprov Jawa Barat
Ket. Semburan air bercampur gas muncul dari sumur bor di Kampung Leuwi Kotok, Desa Pasirlaja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

BOGOR - Semburan air bercampur gas di permukiman warga Kabupaten Bogor mulai diteliti. "Ini merupakan fenomena geologi umum yang banyak terjadi di Indonesia,"

jelas Pelaksana Tugas Badan Geologi, Kementerian ESDM, Muhammad Wafid, Jumat (13/10).

Dia mengatakan itu gas biogenik yang sering muncul di rawa atau sawah. Makanya, disebut gas metan sawah atau gas metan rawa sesuai dengan identifikasi oleh Perusahaan Gas Negara (PGN).

"Gas tersebut dihasilkan dari aktivitas dekomposisi material organik di rawa-rawa masa lampau," ujarnya. Wafid menjelaskan, gas tersebut di bawah permukaan akan terakumulasi dan tertangkap dalam kantong-kantong dengan sebaran yang relatif tidak luas.

Gas umumnya terperangkap dalam lapisan sedimen yang berumur muda kurang dari 10.000 tahun. Ini akan muncul ke permukaan sebagai semburan akibat tertembus lapisan perangkap gas tersebut di kedalaman tertentu. "Melihat kejadian-kejadian serupa sebelumnya, semburan air bercampur gas tersebut umumnya relatif tidak lama, sekitar satu hingga dua bulan," papar Wafid.

Badan Geologi melalui Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan berencana mengunjungi lokasi semburan untuk mengukur sifat kimia-fisika airnya serta analisis hidrokimia di laboratorium. Pada tanggal 11 Oktober, semburan air bercampur gas dari aktivitas pengeboran untuk mencari sumber air tanah muncul di Kampung Leuwi Kotok, Desa Pasirlaja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Pengeboran kurang lebih satu bulan. Setelah mencapai kedalaman 130 meter, menyembur air campur gas setinggi 20 meter dan berbau mirip gas elpiji.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.