Kerja Keras, Pemkot Banda Aceh Bertekad Turunkan Angka Stunting Sampai 14 Persen

Sabtu, 14 Okt 2023, 00:18 WIB

Banda Aceh - Pemerintah Kota Banda Aceh bertekad untuk menurunkan angka stunting di daerah itu menjadi 14 persen pada 2024 melalui berbagai program penanganan stunting yang dimulai dari tingkat desa, salah satunya seperti pemberian makanan tambahan.

Pj Wali Kota Banda Aceh Amiruddin, Jumat, mengatakan selain pemanfaatan Dana Desa untuk program penurunan stunting, pihaknya juga melibatkan berbagai lembaga seperti perbankan dan lembaga keuangan lainnya, untuk menjadi Bapak Asuh bagi anak-anak stunting.

"Dengan kolaborasi ini, tentu saja kita yakin kita mampu menurunkan stunting di angka 14 persen sesuai target pemerintah pusat," kata Amiruddin di Banda Aceh.

Berdasarkan laporan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) pada 2022, prevalensi stunting di Aceh sebesar 31,2 persen, sementara angka stunting di Banda Aceh pada 2022 sebesar 25,1 persen.

Oleh sebab itu, kata Amiruddin, hingga kini program pemberian makanan tambahan terus berjalan di seluruh gampong atau desa di Banda Aceh. Tentu, makanan tambahan yang diberikan sesuai dengan standar nasional yang telah ditetapkan.

Beberapa asupan gizi yang diberikan seperti daging, telur ayam, sayur hingga susu dan buah-buahan. Pemerintah kota Banda Aceh berkomitmen selalu mengawasi dan memastikan makanan tambahan yang diberikan sesuai standar.

"Jadi saya lihat menu yang diberikan sesuai anjuran pemerintah pusat. Harapan kita tentunya stunting bisa turun di angka 14 persen di tahun 2024," ujarnya.

Seperti baru-baru ini, lanjut dia, pihaknya melakukan pantauan ke Rumoh Gizi Gampong (RGG) di sejumlah gampong di Banda Aceh, salah satunya di RGG dan Dapur Sehat Anti Stunting (Dasyat) di Gampong Lampaloh.

Di sana, Amiruddin meninjau langsung daftar makanan tambahan yang diberikan kepada anak-anak yang terdeteksi terkena gejala gagal tumbuh kembang atau stunting. Begitu juga pemantauan yang dilakukan di Gampong Peunyeurat dan Gampong Jawa.

"Seperti di Gampong Jawa ini, program penurunan stunting dilakukan bekerja sama dengan Poltekkes. Setiap hari anak-anak diberikan makanan tambahan untuk Balita yang terkena gejala stunting. Ini dilakukan setiap hari," ujarnya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla di Kalimantan

Panen Durian dan Manggis di Lebak Serap Ribuan Tenaga Kerja

Labuan Bajo Normal Pascagempa NTT, Kemenpar Minta Aktivitas Wisata Utamakan Keselamatan

Nicolas Cage Akhirnya akan Kembali dalam National Treasure 3

Empat Wisatawan Terseret Ombak Saat Mandi di Pantai Tuturuga Minahasa, Kenzy Masih Hilang

Pemkot Tebing Tinggi Ajak Pelajar Budayakan Menabung

Kemenhut Pastikan Kebakaran Hutan di TN Way Kambas Sudah Padam, Seluruh Gajah Aman

Tol Cisumdawu Arah Bandung-Cirebon Ada Perbaikan, Kontraflow DIberlakukan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.