Mensos: Inklusif Disabilitas Perlu Diarusutamakan di Semua Sektor

Jumat, 13 Okt 2023, 01:06 WIB

MAKASSAR - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengatakan inklusif disabilitas merupakan suatu pendekatan dan cara pandang yang perlu diarusutamakan di semua sektor, yakni pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, politik-keamanan, perdagangan, dan investasi.

"Pembangunan inklusif disabilitas memerlukan kolaborasi dan tidak bekerja secara terpisah. Pemerintah, swasta, dan organisasi penyandang disabilitas harus bersinergi dan bekerja sama," ujar Risma pada Penutupan Forum Tingkat Tinggi ASEAN tentang Pembangunan Inklusi Disabilitas dan Kemitraan Pasca-Tahun 2025 (AHLF) di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (12/10).

Ket. Foto: Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini — Sumber: istimewa

Ia menekankan perlunya memperkuat ketersediaan data disabilitas sehingga bisa membuat kebijakan dan intervensi yang tepat. Selain itu, Mensos mengatakan bahwa berwirausaha, memajukan teknologi, dan inovasi merupakan salah satu upaya nyata dalam memberdayakan penyandang disabilitas dan meningkatkan kemandirian mereka.

Tidak kalah penting, Mensos menekankan agar semua pihak harus bersama-sama meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melihat disabilitas sebagai sebuah aib.

"Semua itu agar masyarakat tidak melihat disabilitas sebagai sesuatu tidak berdaya, menjadi beban, masyarakat dapat melihat bahwa penyandang disabilitas dapat berkontribusi, dan berperan penting dalam masyarakat," tegas Tri Rismaharini.

Sementara itu, Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) Jakarta Tendi Gunawan mengatakan saat ini masih terdapat diskriminasi pekerjaan terhadap penyandang disabilitas. Padahal, katanya, jika diberi kesempatan, maka penyandang disabilitas mempunyai kemampuan sama.

Staf khusus Presiden RI Angkie Yudistia mengatakan bahwa semua penyandang disabilitas bisa hidup mandiri. "Tinggal semua pihak bersama-sama memberikan kesempatan dan kepercayaan terhadap penyandang disabilitas untuk berkarya," katanya.

Rekomendasi Makassar

Kemensos akan berfokus membangun kemandirian penyandang disabilitas sebagai bentuk implementasi Rekomendasi Makassar tentang Pembangunan Inklusif Disabilitas dan Kemitraan.

Rekomendasi Makassar merupakan hasil diskusi negara-negara ASEAN dalam Forum Tingkat Tinggi ASEAN tentang Pembangunan Inklusif Disabilitas dan Kemitraan Pasca Tahun 2025 atau The ASEAN High Level Forum (AHLF) on Enabling Disability-Inclusive Development and Partnership beyond 2025.

Mensos Risma mengatakan banyak penyandang disabilitas yang membutuhkan pekerjaan, namun sebagai Menteri Sosial, ia tidak memiliki kewenangan untuk mendorong kesempatan kerja. "Maka yang saya coba lakukan adalah mereka mandiri secara ekonomi. Makanya kita ajarkan, training mereka untuk berusaha," ujar Mensos Risma.

Menurut dia peluang untuk penyandang disabilitas dapat berpenghasilan mandiri adalah hal yang harus ia dorong. "Saya sebenarnya konsen pada bagaimana mereka bisa mandiri. Kenapa? karena kalau saya misalkan akseskan ke pekerjaan. Mereka juga kan butuh alat bantu," ujar dia.

Misalkan pada disabilitas fisik, jika ia harus berangkat dari rumah ke pekerjaannya itu pasti terdapat masalah. Sehingga jika dia dapat mandiri, dia dapat bekerja di rumah dan proses penanganannya lebih cepat.

"Tapi, itu ada di Undang-Undang juga. Saya melihat, bagaimana mobilitas mereka. Kalau sudah begitu, ada tuntutan untuk aksesibilitas".

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

Berita Terbaru

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.