• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Menemukan Benua Baru yang ...

Menemukan Benua Baru yang Misterius

Kamis, 12 Okt 2023, 06:25 WIB

Bagi Inggris, James Cook amat berjasa. Sebagai kartografer, navigator dan kapten, James Cook membantu menjadikan Kerajaan Inggris sebagai kekuatan dunia, dengan wilayah yang sangat luas, mengalahkan para pesaingnya seperti Spanyol, Portugis, Prancis, dan Belanda.

Ia dikenal sebagai orang Inggris pertama kali menginjakkan kaki di pantai timur Australia pada 19 April 1770, sebuah benua besar dan misterius yang berada di belahan bumi selatan.

Ket. Foto: — Sumber: Wikimedia

Kerajaan Inggris ingin menjadi pihak pertama yang menemukan benua mistis tersebut, mengisi kekosongan di peta dunia dan yang paling penting, meraih hegemoni atas kekuatan kolonial pesaing yang sama-sama dari negara Eropa.

Pada 1768, Royal Society, sekelompok cendekiawan Inggris, mendesak angkatan laut untuk mengambil tindakan cepat. Pemimpin ekspedisi yang dipilih adalah pelaut dan kartografer berpengalaman James Cook.

Menghabiskan sepuluh tahun berikutnya di laut untuk melayani Kerajaan Inggris, Cook mencatatkan sejarah atas penemuannya. Lebih dari 35 lokasi menggunakan namanya, termasuk dua objek di luar angkasa. Namun bagaimana pria berlatar belakang sederhana ini bisa menjadi salah satu penemu sejarah terbesar?

Lahir sebagai putra seorang pekerja harian di komunitas Marton di timur laut Inggris pada 1728, James Cook dan banyak saudara kandungnya tumbuh dalam kemiskinan. Hanya berkat majikan ayahnya yang murah hati, dia bisa bersekolah di desa dan belajar membaca dan menulis. Sebuah studi singkat, anak laki-laki itu penasaran dengan segalanya.

Pada usia 18 tahun, ia memulai kariernya berlayar dengan kapal pengangkut batu bara, belajar mengemudikan, menavigasi, dan mencintai laut. Dia menolak tawaran untuk menjadi kapten kapal karena ingin bergabung dengan Angkatan Laut Kerajaan Inggris Raya.

Dalam beberapa tahun di sana ia menunjukkan bakatnya yang luar biasa dalam menggambar peta dengan sangat detail, peta yang membantu Angkatan Laut Kerajaan Inggris Raya meraih kesuksesan militer. James Cook segera menjadi sangat diperlukan bagi kerajaan, mengungguli hampir semua pelaut lainnya dalam pengetahuan dan kemampuannya.

James Cook pun terpilih untuk berangkat dari Plymouth dengan kapal Endeavour dan menuju ke selatan pada 26 Agustus 1768. Awak kapal berjumlah 94 orang termasuk ahli botani, juru gambar, dan ahli zoologi, dilengkapi dengan serangkaian peralatan teknis untuk ekspedisi yang tidak biasa.

Kemudian dimulailah bagian rahasia ekspedisi untuk mencari benua selatan yang mistis. Kapal Endeavour melaut di sisi terjauh paralel. Menavigasi dengan tepat, James Cook membawa kapal ke New Zealand dalam beberapa bulan.

Dia bukan orang Eropa pertama yang menginjakkan kaki di sana. Sekitar 150 tahun sebelumnya, tempat itu telah dikunjungi oleh pelaut Belanda. Tapi Cook adalah orang pertama yang dengan susah payah membuat kartografi seluruh pulau. Pengukuran dan gambarnya sangat tepat sehingga digunakan oleh para pelaut hingga era '50-an. hay/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.