Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Junta Niger Usir PBB dari Niamey, Dianggap Halangi Pengakuan Internasional

📅 Kamis, 12 Okt 2023, 08:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Junta Niger Usir PBB dari Niamey, Dianggap Halangi Pengakuan Internasional Doc: Cyprus MAil/REUTERS/Balima Boureima
Ket. Jenderal Abdourahmane Tiani yang diangkat sebagai kepala negara Niger yang baru oleh para pemimpin kudeta di Niamey, 28 Juli 2023.

NIAMEY - Para pemimpin militer Niger memerintahkan koordinator PBB untuk meninggalkan negara itu dalam waktu 72 jam. Mereka badan dunia tersebut karena menghalangi pengakuan internasional terhadap rezim pasca kudeta.

Perintah pengusiran itu dikeluarkan sehari setelah Amerika Serikat menghentikan bantuan lebih dari 500 juta dolar AS kepada Niger dan ketika Prancis mulai menarik pasukannya setelah diusir oleh junta Niger.

Kementerian Luar Negeri Niger mengatakan dalam sebuah pernyataan bertanggal 10 Oktober yang dilihat AFP pada hari Rabu (11/10), pemerintah mengusir Louise Aubin, koordinator kemanusiaan dan residen PBB, dan memerintahkannya "untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk meninggalkan Niamey dalam waktu 72 jam".

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sangat menyesali perintah tersebut, kata juru bicaranya Stephane Dujarric, membenarkan bahwa Aubin telah diberi waktu 72 jam untuk pergi dari Niger.

Dujarric mengatakan keputusan tersebut akan mengganggu pekerjaan PBB di Niger. Namun ia menegaskan kembali "komitmen PBB yang tak tergoyahkan untuk tetap tinggal dan memberikan bantuan bagi masyarakat di Niger melalui operasi kemanusiaan yang berkelanjutan".

Aubin, seorang warga Kanada, diangkat untuk pekerjaan itu pada Januari 2021.

Hambatan

Pada Sidang Umum PBB bulan lalu di New York, para pemimpin militer Niger menyebutkan "hambatan" menghalangi mereka "berpartisipasi penuh dan menyeluruh" dalam pertemuan tersebut.

Bakary Yaou Sangare, yang sebelum kudeta adalah duta besar Niger untuk PBB dan sekarang menjadi menteri luar negerinya, adalah wakil yang dipilih para pemimpin baru untuk majelis tersebut.

Namun, menurut sumber diplomatik, ada juga permohonan dari pemerintah terguling untuk mewakili Niamey.

Karena persaingan kredensial, masalah tersebut ditunda dan tidak ada perwakilan dari Niger dimasukkan ke dalam daftar pembicara.

Sangare tidak berpidato di Majelis Umum.

Sebelumnya, para pemimpin kudeta di Niger mengatakan "tindakan durhaka" yang dilakukan Sekjen PBB "kemungkinan akan melemahkan upaya apa pun untuk mengakhiri krisis di negara kita".

Pada Desember, negara tetangga Burkina Faso mengusir koordinator PBBnya sendiri, dan para pemimpin militer di sana mempermasalahkan keputusan PBB untuk menarik staf yang tidak penting dari ibu kota.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pameran Batik Jadi Pilihan ...
Advertisement
Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.