UMKM Perlu 'Go Digital' untuk Dapat Skor Kredit yang Akurat
Rabu, 11 Okt 2023, 23:23 WIBCountry Director Tongdun TrustDecision Peter Sugiapranata menyampaikan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM)perlugo digitalatau mengembangkan usahanya dengan memanfaatkan perkembangan teknologi agar dapat memperoleh skor kredit yang lebih akurat dan cepat.
"Itu (go digital) sangat membantu penyedia data ICS (innovative credit scoring) memberikan skor yang lebih akurat di mana skor itu dapat menjadi acuan bagi pemberi kredit. Kalau tidak digital, juga lebih lambat, tidak sebaik (UMKM) yang sudah digital," ujar Peter dalam Media Clinic AFTECH bersama Tongdun TrustDecision secara daring, sebagaimana dipantau di Jakarta, Rabu.
Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi dan sarana pendukung lainnya secara daring, UMKM dapat membentuk rekam jejak bisnis yang lebih lengkap. Dengan demikian,penyedia data ICS seperti Tongdun dapat memberikan skor kredit yang lebih akurat berdasarkan rekam jejak bisnis yang lebih lengkap itu.
Selain untuk memperoleh skor kredit yang akurat dan cepat, Peter juga menyampaikan UMKM memang sudah seharusnya go digital untuk mengoptimalkan pengembangan usaha mereka sehingga peran UMKM sebagai penjaga stabilitas ekonomi Indonesia pun dapat berjalan dengan baik.
Hal senada disampaikan pula olehDirektur Pemasaran, Komunikasi dan Pengembangan MasyarakatAsosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) Abynprima Rizki. Menurut Abyn, sapaan akrab Abynprima Rizki, UMKM di Tanah Air sudah sepatutnya memiliki pemahaman yang memadai mengenai cara membentuk skor kredit yang baik, seperti dengango digital.
"Jadi, pemahaman UMKM dalam membentuk sebuah kredit skor yang bagus itu penting. Itu menjadi stimulus yang penting banget supaya mereka dapat mengakses sistem permodalan dan pembiayaan yang lebih baik," ucap Abyn.
ICS merupakan layanan yang mampu membantuunbanked people,masyarakat yang tidak terjangkau lembaga jasa keuangan, ???????dalam memperoleh akses kredit. ICS memanfaatkan sumber data alternatif mulai dari data belanja daring, data telekomunikasi, serta jejak media sosial dariunbanked peopledalam memberikan skor kredit.
Skor atau nilai kredit tersebut lantas dapat digunakan oleh pemberi pinjaman, baik bank maupun perusahaan pembiayaan, menilai risiko kredit dari calon debitur.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Ones
Berita Terkait:
-
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo Ingin Festival Bedug Tetap Jadi Tradisi Ramadan di Jakarta
-
Cedera Gnabry Jadi Pukulan Bayern di Tengah Perburuan Treble Winners
-
Kampanyekan Nabung Saham pada 4.000 Karyawan Jamu Ternama di Indonesia
-
Tutup Celah Shadow AI, Saviynt Luncurkan Solusi Keamanan Identitas Pertama untuk Agen AI Otonom
-
Apindo: Resiliensi Industri Kunci Bertahan dari Dampak Konflik Timur Tengah
-
Antisipasi Tawuran dengan Meningkatkan Patroli di Wilayah Jatinegara
-
Hati-hati! "Lubang Maut" Kedalaman 3 Meter Muncul di Cipayung, Jalur Jaktim-Bekasi Putus Total
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.