Lemhannas Pastikan Sejarah Kelam Maritim Dunia di Kawasan Selatan-Selatan Tak Terulang

Rabu, 11 Okt 2023, 13:00 WIB

JAKARTA - Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) memastikan sejarah kelam penguasaan maritim dunia di kawasan Selatan-Selatan, yang sempat didominasi negara-negara besar, seperti Romawi, Inggris, dan Amerika Serikat (AS) sejak abad ke-15 sampai dengan abad ke-20 tidak terulang kembali.

"Kami berusaha untuk membangun peradaban maritim, memastikan tidak akan terulang sejarah gelap penguasaan dunia, tetapi betul-betul berusaha menghubungkan dunia," kata Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto dalam seminar "Ketahanan Nasional Membangun Konektivitas Maritim Selatan-Selatan" di Jakarta, Rabu (11/10).

Ket. Foto: Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto — Sumber: antarafoto

Belajar dari sejarah, Andi mengatakan terdapat beberapa negara yang berusaha menguasai konektivitas maritim global dan mewujudkannya menjadi Pax Romana untuk perdamaian Romawi, Pax Britannica untuk perdamaian Inggris, dan Pax Americana bagi perdamaian Amerika Serikat.

Andi menyebut ketika Romawi, Inggris, dan Amerika Serikat berusaha membangun konektivitas maritim, banyak peradaban runtuh, banyak orang mati, dan jutaan masyarakat menjadi budak.

Selain itu, peradaban dari Afrika pindah ke Eropa dan Amerika Serikat, sehingga menyebabkan peradaban asli di Afrika punah. Peradaban asli di Kanada, Chili, dan Argentina pun ikut punah hingga tergantikan oleh imperialisme dan kolonialisme.

"Ketika terjadi Pax Britannica, Inggris itu kira-kira berperang dengan 171 negara yang hari ini ada di dunia. Amerika Serikat, sejarah perangnya sampai hari ini adalah 107 perang di seluruh dunia untuk mewujudkan Pax Britannica, mewujudkan Pax Amerikana," jelas Andi.

Melalui seminar nasional tersebut, Andi berharap Lemhannas dapat merumuskan sejumlah cara yang bisa ditempuh Indonesia dalam membentuk perdamaian maritim global atau pax maritim globalis maupun menjadi pemimpin dalam konektivitas global di kawasan maritim Selatan-Selatan.

"Itu tugas kami di Lemhannas, memastikan konektivitas maritim, konektivitas selatan, menghubungkan dunia, mengkoneksikan dunia, membangun peradaban maritim, membangun perdamaian maritim," ujarnya.

Andi menyebut negara selatan diproyeksikan memiliki pertumbuhan ekonomi lebih baik dibandingkan negara utara di dekade mendatang. Bahkan, di tahun 2075, 10 dari 15 negara ekonomi terbesar di dunia ditempati oleh negara-negara selatan.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Bangladesh Punya Presiden Baru Setelah Pemilu Sengit 35 Tahun Terakhir

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.