Pemerintah Diminta Evaluasi Prestasi Indonesia di Asian Games 2023

Senin, 09 Okt 2023, 16:28 WIB

JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto meminta Pemerintah mengevaluasi prestasi atlet Indonesia pada Asian Games 2023 di Hangzou, Tiongkok.

Evaluasi itu diperlukan karena Indonesia hanya memperoleh tujuh medali emas, 11 medali perak, dan 18 medali perunggu; serta menempati peringkat ke-13 negara dengan perolehan terbanyak pada Asian Games 2023. Hasto sedih melihat prestasi Indonesia anjlok di Asian Games 2023.

Ket. Foto: Penutupan Asian Games 2022 — Sumber: antarafoto

"Sangat menyedihkan. Indonesia berada di peringkat ke-13 dengan tujuh medali emas di Asian Games Hangzhou 2023. Penurunan prestasi ini harus menjadi evaluasi menyeluruh, termasuk jajaran Kemenpora yang tidak berhasil memenuhi harapan bangsa," kata Hasto dalam keterangannya di Jakarta, Senin (9/10).

Capaian prestasi itu pun jauh menurun dibandingkan saat Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Saat itu, Indonesia menduduki peringkat keempat dengan total koleksi 98 medali dari 24 cabang olahraga berbeda, yakni 31 medali emas, 24 medali perak, dan 43 medali perunggu.

Hasto juga menyoroti anjloknya prestasi Indonesia di sektor bulu tangkis pada Asian Games 2023 yang pulang tanpa medali. Dia merasa hal itu menunjukkan ada persoalan serius terkait kepemimpinan, sistem rekrutmen, pembinaan dan pelatihan, serta aspek manajerial di cabang olahraga tersebut.

"Bulutangkis seharusnya menjadi lambang kepemimpinan Indonesia. Seluruh anak bangsa begitu sedih atas melunturnya supremasi bulutangkis ini," kata Hasto.

Kemudian, lanjutnya, cabang olahraga sepak bola juga belum mampu menembus babak perempat final.

Oleh karena itu, PDI Perjuangan merekomendasikan seluruh pengurus atau pembina olahraga, termasuk Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo dan Komite Olahraga Nasional (KONI), untuk introspeksi diri.

Hasto juga menyinggung perlunya pembicaraan yang mendalam supaya prestasi atlet Indonesia kembali meningkat seperti biasanya. Menurut dia, kebijakan Pemerintah di sektor olahraga perlu perbaikan.

Hal itu juga tak terpisah dari ranah politik, kata Hasto, di mana prestasi olahraga suatu bangsa menunjukkan kekuatan negara itu untuk bersaing.

"Amerika, Rusia, dan China menunjukkan perhatian terhadap olahraga karena prestasi di olahraga menjadi bentuk kekuatan suatu bangsa. Terlepas faktor tuan rumah, prestasi China begitu dahsyat di Asian Games ini. Di ajang Olimpiade pun, China selalu menempel ketat Amerika dan Rusia," ucapnya.

Pria asal Yogyakarta itu menjelaskan bahwa olahraga tidak bisa dilepaskan dari politik kebangsaan. Sebab, di dalam olahraga ada semangat, cita-cita, dan tekad yang menunjukkan jati diri bangsa.

"Melalui olahraga dapat dibangun kepemimpinan dan supremasi Indonesia bagi dunia. Di ajang Asian Games dan Olimpiade sorotan dunia sangat besar. Di sanalah, momen yang tepat bagi atlet Indonesia untuk unjuk prestasi," ujar Hasto.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.