Guru PembaTIK Dorong Pemerataan Kualitas Pendidikan di Tanah Air
Senin, 09 Okt 2023, 19:01 WIBJAKARTA - Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Suharti, mengatakan pihaknya berkomitmen mengatasi kesenjangan kualitas pendidikan di Indonesia. Salah satunya melalui para guru yang terlibat dalam program Pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK).
"Kita ingin semua sekolah di Indonesia memiliki kualitas yang baik. Kualitas pendidikan kita beragam. Kami butuh dukungan para PembaTIK untuk terus membantu berkarya dan berbagi agar guru-guru lain meningkat kualitasnya dalam pembelajaran," ujar Suharti, dalam Kuliah Umum PembaTIK Level 4 2023, secara daring, Senin (9/10).
Dia menjelaskan, PembaTIK terbagi dalam empat level yaitu Literasi, Implementasi, Kreasi, dan Berbagi dengan Berkolaborasi. Menurutnya, level tersebut merupakan adaptasi dari kerangka kerja kompetensi TIK UNESCO sebagai kiblat dalam pembelajaran dan pendidikan sebagai standar peningkatan kompetensi pendidik secara nasional.
"Dengan adanya kompetensi berbagi ini guru tidak hanya mampu menerapkan pemanfaatan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar yang dilakukan sendiri, tapi berbagi karya inovasi pembelajaran kepada yang lain," jelasnya.
Profesionalisme Pendidik
Suharti mengungkapkan, PembaTIK 2023 mendukung pengembangan kemampuan profesionalisme para pendidik. Pihaknya terus berupaya mendukung terciptanya ekosistem untuk menggali potensi para guru untuk meningkatkan pembelajaran secara mandiri, kontekstual, dan inovatif untuk membangun kreativitas.
Dia menambahkan, program PembaTIK terus diperkuat sebagai upaya untuk meningkatkan literasi digital untuk para guru mengembangkan platform teknologi. Pada program PembaTIK ini akan terpilih Duta Teknologi sebagai jangkar pendidikan dan mitra terdepan Kemendikbudristek dalam percepatan penguatan ekosistem pendidikan.
"Saya berharap dengan dukungan pembatik peningkatan kualitas pembelajaran terjadi di Indonesia dan merata di Tanah Air," tandasnya.
Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi, Muhamad Hasan Chabibie, menyebut, para Duta Teknologi diharapkan memiliki pemahaman yang komprehensif. Dengan demikian mereka siap menjadi mitra Kemendikbudristek.
Dia mengatakan, untuk level empat yaitu Berbagi dan Berkolaborasi terdapat 1.066 peserta. Jumlah tersebut mengerucut dari peserta awal yang berjumlah 79,919 peserta.
"Nantinya kurang lebih akan terpilih satu orang di tiap provinsi, kurang lebih menjadi 34 orang. Yang jelas ada perwakilan provinsi dari 34 lokasi, kalau sekarang 38 provinsi yang menjadi duta di level provinsi," tandasnya.
Hasan menjelaskan, PembaTIK level empat berlangsung selama satu bulan dengan menyertakan kuliah umum di dalamnya. Adapun materi dalam kuliah umum tersebut yaitu Membangun Mindset Inovator Dalam Ekosistem Digital Pendidikan; Pemanfaatan Platform Pembelajaran Digital yang Membelajarkan; dan Komunikasi Digital, Kolaborasi, dan Public Speaking.
"Untuk menambah wawasan para Calon Duta Teknologi maka kami mengadakan kuliah umum ini," tandasnya.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
Waspada Cuaca Ekstrem! BMKG Deteksi Bibit Siklon 96S Berdampak di Bali hingga 16 Januari
-
Masih Banyak Pekerjaan Rumah yang Harus Dirampungkan PAM Jaya Kalau Ingin Sukses Melantai di Bursa
-
Mengapa Shalsabila Melakukan Gerakan Berikut Sebelum Terjun ke Sungai Batanghari
-
Menjalar dengan Cepat, Titik Karhutla Baru di Los Angeles Hanguskan 40 Km Persegi Lahan
-
PLN Tak Bisa Lagi Andalkan Batu Bara, PLTS Wajib Diperbesar!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.