Pemerintah Komitmen Dorong Kemandirian Pesantren
Minggu, 08 Okt 2023, 18:54 WIBJAKARTA - Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas, memastikan, pihaknya berkomitmen mendorong kemandirian pesantren. Presiden RI, Joko Widodo, kata dia, mengamanahkan untuk memperhatikan ekonomi pesantren.
"Beberapa hari lalu saya bertemu Presiden Joko Widodo, mengamanahkan untuk lebih memperhatikan ekonomi pesantren," kata Menag, dalam keterangan resminya, di Jakarta, Minggu (8/10).
Dia berharap, program Kemandirian Pesantren dapat dirasakan seluruh warga pesantren hingga masyarakat luas. Menurutnya, dengan ekonomi pesantren yang kuat maka dakwah akan lebih mudah tersampaikan di tengah masyarakat.
Menag mengatakan, ekonomi pesantren harus dikembangkan mulai dari pelatihan hingga pemasaran hasil produk untuk memakmurkan lingkungan pesantren. Dengan demikian, harus ada kegiatan produktif di lingkungan pesantren.
"Terkait hal ini, Kementerian Agama bisa memberikan stimulan/rangsangan untuk mengembangkan sekaligus mendorong ekonomi pesantren. Di sinilah titik penting program ekonomi pesantren," jelasnya.
Hari Santri
Sebelumnya, Menag meluncurkan logo peringatan Hari Santri 2023 dengan mengusung tema "Jihad Santri Jayakan Negeri". Hari Santri sendiri diperingati setiap 22 Oktober sejak ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada 2015.
Dia mengatakan, Hari Santri merujuk pada peristiwa Resolusi Jihad yang dikeluarkan KH Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945 untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Meski memiliki makna historis, Menag juga menekankan makna jihad secara kontekstual tidak selalu identik dengan berperang angkat senjata.
"Jihad santri secara kontekstual adalah jihad intelektual, di mana para santri adalah para pejuang dalam melawan kebodohan dan ketertinggalan. Santri juga turut berjuang dan mengambil peran di era transformasi digital," ujarnya.
Menag menambahkan, ada juga jihad di bidang ekonomi. Menurutnya, para santri harus berdiri di depan untuk menyejahterakan masyarakat dan mengurangi kemiskinan dan pengangguran.
Yaqut juga menekankan terkait jihad politik, di mana para santri harus menjadi teladan dalam momentum demokrasi, memilih pemimpin secara rasional dan terbaik. Jangan memilih pemimpin yang ambisius dan suka menggunakan politik identitas saat kampanye.
"Dalam momentum politik tahun depan, saya minta santri harus solid dan satu barisan. Jaga kesejukan, kerukunan, dan jauhi orang-orang yang menggunakan agama untuk kepentingan praktis," tandasnya.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
Rupiah Hari Ini Melemah Seiring Pudarnya Harapan Pemangkasan Suku Bunga, Investor Berpaling ke Dolar
-
Dinsos Lebak Apresiasi Sistem Sekolah Berasrama: Bentuk Disiplin dan Kemandirian Siswa
-
Industri Streaming Indonesia 2025 Melaju Pesat, Konten Lokal dan Gen Z Jadi Penggerak Utama
-
Jalur Ponorogo–Pacitan Tersendat akibat 11 Titik Longsor
-
Pertamina Bantu Masyarakat Prasejahtera Penuhi Kebutuhan Pokok melalui Pasar Murah
-
Beras SPHP Dipastikan Tak Naik, Namun Pembelian Dibatasi
-
Jelang Mudik, Kendaraan Masuk DIY dari Tol Prambanan Bertambah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.