- Home
-
- Luar Negeri
-
- Dramawan Norwegia Jon Foss...
Dramawan Norwegia Jon Fosse Raih Nobel Sastra
Jumat, 06 Okt 2023, 02:45 WIBSTOCKHOLM - Penulis dan dramawan Jon Fosse dari Norwegia, yang karya dramanya termasuk yang paling banyak dipentaskan dibandingkan penulis drama kontemporer mana pun di dunia, pada Kamis (5/10) memenangkan anugerah Nobel bidang sastra.
Sosok yang kadang-kadang dibandingkan dengan Samuel Beckett, seorang penulis drama pemenang Nobel lainnya, karya Fosse amat minimalis namun mengandalkan bahasa sederhana yang menyampaikan pesan melalui ritme, melodi, dan keheningan.
Panitia Akademi Swedia mengatakan pria berusia 64 tahun itu mendapat penghargaan atas drama dan prosa inovatifnya yang menyuarakan hal-hal yang tidak dapat diungkapkan. Tulisan Fosse lebih ditentukan oleh bentuk daripada isi, dimana apa yang tidak dikatakan sering kali lebih mengungkapkan daripada apa yang sebenarnya.
"Saya kewalahan dan bersyukur. Saya menyaksikan semua ini sebagai penghargaan terhadap sastra yang pertama dan utama bertujuan untuk menjadi sastra, tanpa pertimbangan lain," kata Fosse dalam pernyataannya.
Berbicara kepada lembaga penyiaran publik Norwegia,NRK, Fosse mengatakan dirinya tidak terkejut bisa meraih penghargaan bergengsi ini setelah namanya disebutkan dalam spekulasi peraih Nobel selama beberapa tahun.
Karya utama Fosse termasuk Boathouse (1989) dan MelancholyI dan II (1995-1996) diterima dengan baik oleh para kritikus.
Karya Fosse, yang ditulis dalam bahasa Norwegia Nynorsk, salah satu bentuk bahasa tertulis Norwegia, mencakup berbagai genre dan terdiri dari drama, novel, kumpulan puisi, esai, buku anak-anak, dan terjemahannya, kata juri.
"Magnum Opus"
Lahir di antarafjorddi Norwegia barat, Fosse dibesarkan dalam keluarga yang menganut paham Lutheranisme yang ketat dan pernah melakukan pemberontakan terhadap keluarganya dengan bermain di sebuah band dan menyatakan dirinya seorang ateis.
Setelah mempelajari sastra, ia memulai debutnya pada tahun 1983 dengan menulis novel yang ia beri judulRed, Blackyang alur ceritanya bergerak bolak-balik dalam waktu dan antar perspektif.
Buku terbarunya,Septology, disebut-sebut sebagai sebuah semi-otobiografimagnum opus(karya terbesar) yang terdiri atas tujuh bagian dan terbagi dalam tiga volume tentang kisah seorang pria yang bertemu versi lain dari dirinya. Uniknya karya Fosse ini mencapai 1.250 halaman tanpa satu titik pun.
Volume ketiga dariSeptologyini kemudian terpilih untuk meraih International Booker Prize 2022.
Fosse kemudian memenangkan pengakuan internasional untuk drama berikutnya,And We'll Never be Parted, pada 1994. Menurut penerbitnya di Norwegia, Samlaget, dramanya telah dipentaskan lebih dari seribu kali di seluruh dunia, sedangkan karya-karyanya telah diterjemahkan ke sekitar 50 bahasa.SB/AFP/I-1
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: AFP
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.