Pertama Dalam Sejarah AS, Ketua DPR McCarthy Dicopot

Kamis, 05 Okt 2023, 00:14 WIB

WASHINGTON - Republikan Kevin McCarthy, pada Selasa (3/10), dipecat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) dalam sebuah pemberontakan bersejarah yang dilakukan oleh kubu Partai Republik sayap kanan yang menuduhnya melanggar janji dan kerap bekerja sama dengan Partai Demokrat.

McCarthy, dari daerah pemilihan California, menghadapi pemungutan suara pemecatan dari jabatan tertinggi di majelis itu saat ia berhadapan dengan kritikus sayap kanan di partainya sendiri.

Ket. Foto: Kevin McCarthy, anggota Partai Republik dari Kalifornia — Sumber: WIN MCNAMEE/GETTY IMAGES VIA AFP

Dilansir oleh Agence France-Presse (AFP), manuver tersebut menunjukkan tingkat pertikaian yang kacau di dalam Partai Republik menjelang pemilihan presiden 2024, dengan calon kandidatnya Donald Trump, membuat sejarahnya sendiri sebagai satu-satunya mantan atau presiden yang menjabat yang menghadapi dakwaan pidana.

Untuk pertama kalinya dalam 234 tahun sejarah, DPR AS mendukung resolusi pemecatan ketua dengan perolehan suara 216 berbanding 210 menurunkan McCarthy setahun sebelum pemilihan presiden.

Namun, DPR hampir terpecah secara merata dan dengan Partai Demokrat bergabung dengan delapan anggota Partai Republik yang memberontak alih-alih ikut serta dalam penyelamatan McCarthy, dia tidak punya cara untuk bertahan.

"Saya akhirnya menjadi ketua DPR ke-55 salah satu penghargaan terbesar. Saya menyukai setiap menitnya," kata McCarthy yang berhati-hati kepada wartawan setelah pemungutan suara, menjelaskan bahwa dia tidak berencana untuk mencalonkan diri lagi.

"Dan satu hal yang ingin saya sampaikan kepada Anda adalah melakukan hal yang benar tidak selalu mudah, tapi hal ini perlu. Saya tidak menyesal telah memilih pemerintahan daripada keluhan," ungkapnya.

Perselisihan Internal

Mantan pengusaha berusia 58 tahun itu telah memicu kemarahan di kalangan konservatif ketika ia meloloskan dana sementara bipartisan pada akhir pekan yang didukung oleh Gedung Putih untuk mencegah penutupan pemerintah.

Matt Gaetz, tokoh konservatif asal Florida, yang mengusulkan pemungutan suara untuk pencopotan jabatan tersebut, bertaruh bahwa ia dapat menggulingkan McCarthy hanya dengan sedikit anggota Partai Republik, dibantu oleh keengganan Partai Demokrat untuk memberikan dana talangan kepada seorang ketua yang baru-baru ini membuka penyelidikan pemakzulan yang sangat dipolitisasi terhadap Presiden Joe Biden.

Redaktur: andes

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.