Asean+3 Masih Dibayangi Inflasi Tinggi

Kamis, 05 Okt 2023, 11:44 WIB

JAKARTA - Inflasi di kawasan Asean+3 tahun depan diproyeksikan tetap di level tinggi. Kondisi tersebut diperkirakan akibat dampak kenaikan harga komoditas global dan tingginya perkembangan inflasi inti di beberapa negara.

Kantor Penelitian Makroekonomi Asean+3 atau Asean+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) menaikkan proyeksi inflasi kawasan Asean+3 pada 2024 menjadi 3,8 persen dari perkiraan sebelumnya 3,4 persen pada Juli 2023. Sementara, inflasi di kawasan Asean+3 tidak termasuk Laos dan Myanmar diproyeksikan akan moderat menjadi 2,6 persen pada 2024, dari perkiraan tahun 2023 sebesar 2,9 persen.

Ket. Foto: — Sumber: ISTIMEWA

"Pada 2024, inflasi umum diperkirakan masih moderat, namun lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya," kata Kepala Ekonom AMRO Hoe Ee Khor terkait pembaruan triwulanan Asean+3 Regional Economic Outlook (AREO) Oktober 2023 dalam konferensi pers yang diikuti virtual di Jakarta, Rabu (4/10).

Separuh dari kawasan Asean+3 kini diperkirakan akan mengalami tingkat inflasi yang lebih tinggi pada 2024 dibandingkan dengan perkiraan pada Juli 2023, karena tren peningkatan harga komoditas global dan masih tingginya inflasi inti di beberapa negara. "Keseimbangan risiko secara keseluruhan terhadap prospek perekonomian telah bergeser, dengan risiko inflasi yang lebih tinggi menjadi lebih besar," ujarnya.

Hoe menuturkan meskipun risiko dampak keuangan akibat kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) yang lebih ketat telah sedikit mereda sejak pembaruan AREO pada Juli 2023, risiko lonjakan harga energi dan pangan global telah meningkat. Inflasi di seluruh kawasan meningkat menjelang akhir kuartal ketiga 2023, didorong oleh kenaikan harga energi dan pangan.

Pada September 2023, harga minyak mentah mencapai titik tertinggi sejak awal 2023, menyusul keputusan Arab Saudi dan Russia untuk memperpanjang pengurangan produksi minyak hingga akhir tahun ini.

Suplai Terganggu

Sementara itu, kondisi cuaca kering yang tidak terduga akibat El Niño, ditambah dengan pembatasan ekspor oleh produsen-produsen utama, telah mengganggu pasokan pertanian dan menyebabkan lonjakan harga pangan. Inflasi inti tetap lebih tinggi dibandingkan inflasi umum di beberapa negara, yang mencerminkan kuatnya tekanan permintaan.

AMRO menaikkan perkiraan inflasi 2024 di Jepang menjadi 1,9 persen dibanding proyeksi sebelumnya 1,6 persen pada Juli 2023, sedangkan inflasi Korea diproyeksikan 2,3 persen, meningkat dibandingkan perkiraan sebelumnya sebesar 2,2 persen.

Selanjutnya, inflasi di Brunei Darussalam diproyeksikan sebesar 1,1 persen pada 2024, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 0,7 persen, dan Laos sebesar 11,2 persen, meningkat dari perkiraan sebelumnya sebesar 8 persen.

Inflasi 2024 di Singapura diperkirakan sebesar 4,1 persen, lebih besar dari perkiraan sebelumnya 3,6 persen, Thailand sebesar 2 persen, naik dari proyeksi sebelumnya 1,8 persen, dan Vietnam sebesar 3,4 persen, meningkat dari perkiraan sebelumnya 2,7 persen.

Sementara itu, AMRO tetap mempertahankan proyeksinya untuk inflasi Indonesia pada 2024 sebesar 2,8 persen, Myanmar 11 persen, Filipina 3,8 persen, Malaysia 2,6 persen, Hongkong di Tiongkok sebesar 2,5 persen. Sedangkan inflasi di Kamboja diproyeksikan sebesar 2,7 persen, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya 3 persen, dan Tiongkok sebesar 1,4 persen, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya 1,8 persen.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.