Trio Ilmuwan Raih Hadiah Nobel Fisika atas Karya Eksplorasi Elektron

Rabu, 04 Okt 2023, 00:42 WIB

STOCHOLM - Tiga fisikawan atom, Pierre Agostini dari Prancis, Ferenc Krausz dari Hongaria-Austria, dan Anne L'Huillier dari Prancis-Swedia, diumumkan memenangkan hadiah Nobel Fisika untuk karya mereka dalam mengeksplorasi elektron di atom dan molekul.

"Mereka mendapat penghargaan untuk metode eksperimental yang menghasilkan pulsa cahaya attodetik untuk mempelajari dinamika elektron dalam materi," kata juri, Stocholm, Selasa (3/10).

Ket. Foto: Panitia memuji ketiga penerima Nobel Fisika atas kerja mereka pada attodetik, di Stockholm, Selasa (3/10). — Sumber: JONATHAN NACKSTRAND / AFP

"Satu attodetik sangat singkat sehingga dalam satu detik jumlahnya sama banyaknya dengan jumlah detik sejak kelahiran alam semesta," tambahnya.

Dikutip dari Agence France- Presse (AFP), juri mengatakan ketiganya telah menunjukkan cara untuk menciptakan gelombang cahaya yang sangat pendek yang dapat digunakan untuk mengukur proses cepat pergerakan elektron atau perubahan energi.

"Kontribusi para pemenang telah memungkinkan proses penyelidikan yang begitu cepat sehingga sebelumnya tidak mungkin untuk diikuti," katanya.

Agostini adalah seorang ilmuwan di Ohio State University di Amerika Serikat, sedangkan Krausz adalah direktur di Max Planck Institute di Jerman. Sedangkan L'Huillier, wanita kelima yang memenangkan hadiah Nobel Fisika sejak 1901, adalah seorang ilmuwan di Universitas Lund di Swedia.

Sedang Mengajar

Agostini mengatakan kepada wartawan bahwa dia sedang mengajar sebuah kelas ketika dia menerima telepon dari Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia, dan "sulit" untuk menyelesaikan kelas tersebut.

"Saya sangat tersentuh. Tidak banyak perempuan yang mendapatkan penghargaan ini, jadi ini sangat, sangat istimewa," kata L'Huillier.

Ketiganya akan berbagi hadiah uang sebesar 11 juta kronor Swedia (sekitar 950.000 euro) dan akan menerima penghargaan tersebut dari Raja Carl XVI Gustaf pada sebuah upacara di Stockholm pada 10 Desember.

Tanggal itu adalah hari peringatan kematian ilmuwan Alfred Nobel pada tahun 1896 yang menciptakan hadiah tersebut dalam wasiat terakhirnya.

Tahun lalu, Alain Aspect dari Prancis, John Clauser dari AS, dan Anton Zeilinger dari Austria memenangkan Nobel atas karya mereka dalam keterjeratan kuantum, sebuah konsep yang pernah dianggap oleh Albert Einstein sebagai "aksi seram".

Hadiah Nobel Fisika akan diikuti dengan hadiah Nobel Kimia besok, dengan hadiah Sastra dan Perdamaian yang paling banyak ditonton akan diumumkan masing-masing pada Kamis dan Jumat.

Kategori Nobel Ekonomi, yang dibuat pada tahun 1968 dan satu-satunya Nobel yang tidak termasuk dalam surat wasiat Nobel tahun 1895, menutup musim Nobel 2023 pada Senin.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.