Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

SMK I Yembun Budi Daya Kacang Sacha Inchi Penuhi Asupan Gizi Anak.

📅 Senin, 02 Okt 2023, 17:17 WIB | Oleh:
SMK I Yembun Budi Daya Kacang Sacha Inchi Penuhi Asupan Gizi Anak. Doc: ANTARA/Yuvensius Lasa Banafanu
Ket. Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya saat melakukan kunjungan ke SMK I Yembun dan melihat budi daya kacang Sacha Ichi pada 26 September 2023.

SORONG -- Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Yembun, Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat Daya melakukan budi daya kacang sacha inchi atau kacang inca pada luas lahan satu hektar guna memenuhi kebutuhan gizi anak untuk mencegah stunting.

Kepala Sekolah SMK I Yembun Kabupaten Tambrauw Agustinus Naa di Tambrauw, Selasa, menjelaskan kandungan di dalam kacang ini memiliki gizi sangat tinggi, kemudian kandungan omega 3 lebih tinggi dari pada ikan salmon, sehingga budi daya tanaman ini penting dilakukan sebagai upaya membantu pemerintah Kabupaten Tambrauw memenuhi asupan gizi anak.

"Kandungan kacang ini cukup tinggi untuk pemenuhan kesehatan sehingga diharapkan nanti dengan mengonsumsi kacang itu pemenuhan gizi anak bisa terpenuhi dan meminimalkankasus stunting," jelas Kepala Sekolah SMK I Yembun Agustinus.

Ia lebih lanjut mengatakan budi daya kacang sachainchi ini merupakan satu-satunya di Papua Barat Daya yang dilakukan di SMK I Yembun.

SMK I Yembun memiliki dua jurusan salah satunya adalah Agribisnis tanaman pangan dan hortikultura (ATPH) kemudian satu lagi itu Agribisnis perikanan air tawar (APAT).

"Karena pengembangan kacang ini di Papua Barat Daya baru pertama dilakukan di SMK I Yembun, maka kita akan jadikan tanaman kacang sebagai ikon SMK I Yembun untuk membanggakan nama Kabupaten Tambrauw," kata dia.

Selain memenuhi kebutuhan gizi untuk penanganan stunting di wilayah Kabupaten Tambrauw, tanaman jenis itu pun berpotensi untuk diekspor guna meningkatkan ekonomi masyarakat di Kabupaten Tambrauw khususnya di Distrik Yembun.

"Jadi kacang ini berpotensi untuk di ekspor sehingga kita melakukan sosialisasikan kepada masyarakat untuk ikut budi daya tanaman itu supaya mencapai tujuan yang diharapkan," ujar dia.

Pihak SMK I Yembun pun telah memaparkan potensi kacang sachainchi di hadapan Pemerintah Kabupaten Tambrauw dan mendapat apresiasi serta dukungan melalui bantuan guna pengembangan tanaman itu lebih lanjut.

"Dari tanaman kacang itu bisa diolah menjadi kosmetik, minyak, sayuran, sehingga bisa dibilang kacang ini mengandung multi manfaat," ungkap dia.

Desember 2023, ujarnya akan dilakukan panen perdana secara bersama, kemudian hasil dari panen kacang itu akan diproduksi di SMK I Yembun ketika alat produksi sudah komplit.

"Pasarnya memang sudah ada hanya saja kalau ekspor hasil kacang itu hanya satu hektar itu tidak cukup, sehingga kami menyosialisasikan kepada masyarakat petani di Distrik Yembun untuk bersama-sama melakukan budi daya kacang itu supaya penuhi harapan pasar," ujarnya.

Karena alat produksi hasil tanaman kacang sachainchi sangat mahal, maka diharapkan kepada Pemerintah Kabupaten Tambrauw dan Provinsi Papua Barat Daya untuk membantu menyediakan alat produksi dimaksud.

"Karena alatnya mahal dan pengirimannya pun makan ongkos yang cukup tinggi, maka kami harapkan bantuan dari pemerintah daerah baik kabupaten maupun provinsi," harap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

32 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

51 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.