Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gawat Banyak Sekali, BMKG Deteksi 100 Titik Panas di Kaltim

📅 Senin, 02 Okt 2023, 06:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gawat Banyak Sekali, BMKG Deteksi 100 Titik Panas di Kaltim Doc: ANTARA/HO-Pusdalops BPBD Kabupaten PPU
Ket. Petugas sedang memadamkan karhutla di Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Minggu malam (1/10/2023).

Balikpapan - Gawat banyak sekali, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan pada Minggu, 1 Oktober 2023, memantau sebanyak 100 titik panas yang tersebar di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

"Sebanyak 100 titik panas tersebut terpantaumulai pukul 01.00 hingga 16.00 Wita," ujar Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman - Sepinggan BMKG Stasiun Balikpapan Diyan Novrida di Balikpapan, Senin.

Titik panas merupakan indikator kebakaran hutan atau lahan (karhutla) yang terdeteksi dari suatu lokasi, dengan suhu relatif tinggi dibandingkan dengan suhu di sekitarnya.

Ia mengajak semua lapisan masyarakat saling menjaga dan waspada, seperti tidak membuang puntung rokok sembarangan, kemudian tidak melakukan pembakaran saat mengelola lahan agar tidak terjadi kebakaran, terutama kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sebanyak 100 titik panas ini tersebar di satu kota dan lima kabupaten, kemudian telah diinformasikan ke pihak terkait, termasuk ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota masing-masing agar mendapat penanganan lebih lanjut.

Satu kota dan lima kabupaten yang terdeteksi 100 titik panas ini adalah di Kota Bontang ada satu titik, Kabupaten Paser 23, Penajam Paser Utara 2, Kutai Timur 29, Kutai Kartanegara 36, dan Kabupaten Berau terdeteksi sembilan titik panas.

Rinciannya antara lain di Kabupaten Kutai Kartanegara yang terdeteksi 36 titik panas tersebar di delapan kecamatan yakni Kembang Janggut, Kenohan, Marangkayu, Tabang, Muara Muntai, dan Samboja masing-masing satutitik, kemudian Angganadua titik, dan Muara Kaman 28 titik dengan tingkat kepercayaan menengah.

Di Kabupaten Paser yang terdeteksi 23 titik panas, tersebar pada tiga kecamatan yakni Batu Engau 16 titik, Long Ikislima titik, dan Kecamatan Tanjung Harapan dua titik yang semuanya juga memiliki tingkat kepercayaan menengah.

"Kabupaten Berau yang terpantau 9 titik, tersebar di empat kecamatan yakni Batu Putih 2, Biatan 1, Gunung Tabur 1, dan Kecamatan Tabalar terdapat 5 titik. Semuanya juga memiliki tingkat kepercayaan menengah," kata Diyan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

26 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Daerah
Anggaran PUPR Karawang Masi...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.