Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wali Kota Semarang Ajak Masyarakat Kelola Sampah Kurangi Volume TPA

📅 Minggu, 01 Okt 2023, 16:26 WIB | Oleh:
Wali Kota Semarang Ajak Masyarakat Kelola Sampah Kurangi Volume TPA Doc: ANTARA/Zuhdiar Laeis
Ket. Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.

SEMARANg -- Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengajak masyarakat untuk mengelola sampah secara berkelanjutan, terutama sampah rumah tangga untuk mengurangi volume sampah yang dibuang di tempat pembuangan akhir (TPA).

"Ayo masyarakat ubah perilaku dalam mengelola dan membuang sampah. Jangan buang sampah sembarangan," kata Ita, sapaan akrab Hevearita, di Semarang, Jateng , Sabtu.

Peristiwa kebakaran di TPA Jatibarang beberapa waktu lalu dan juga peristiwa banjir yang terjadi di beberapa wilayah di Kota Semarang, kata dia, harus menjadi pengingat tentang pentingnya pengelolaan sampah.

Menurut dia, Pemerintah Kota Semarang sebenarnya sudah menyiapkan regulasi, yakni Peraturan Daerah Nomor 6/2017 tentang Pengelolaan Sampah, tetapi banyak masyarakat yang mungkin belum memahami.

Padahal, perda tersebut juga dilengkapi perangkat sanksi bahwa masyarakat yang melanggar dengan membuang sampah sembarangan diancam dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan dan denda paling banyak Rp50 juta.

Pengelolaan sampah secara berkelanjutan, kata perempuan pertama yang menjadi Wali Kota Semarang tersebut, dilakukan dengan kegiatan pengurangan dan penanganan sampah.

"Pengurangan sampah, meliputi pembatasan, penggunaan kembali, dan pendaur ulangan, sedangkan penanganan sampah meliputi pemilihan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan pemrosesan akhir," katanya.

Ia berharap Perda Pengelolaan Sampah terus ditingkatkan sosialisasinya sehingga masyarakat semakin peduli, mengingat persoalan sampah harus diselesaikan secara bersama dari hulu hingga hilir.

Baru saja, Pemkot Semarang melalui Dinas Lingkungan Hidup mengadakan Lomba Kelola Sampah di Lingkungan Kita (Lampah Kita) 2023 terkait dengan inovasi pengelolaan sampah di berbagai sektor.

Melalui lomba Lampah Kita 2023 yang memperebutkan hadiah ratusan juta, kata dia, diharapkan bisa meningkatkan kepedulian masyarakat dalam mengelola sampah secara berkelanjutan.

Beberapa program sebelumnya juga sudah diluncurkan untuk mengurangi sampah, seperti kampanye "Semarang Wegah Nyampah" di berbagai platform media sosial dan menginisiasi Gerakan Sayang Pangan Kota Semarang (Garang Asem).

Selain itu, ada pula gerakan Cempaka (Cegah Stunting Bersama Pengusaha di Kota Semarang) yang bertujuan mengatasi stunting, sekaligus meminimalisasi pembuangan makanan oleh tempat usaha, seperti hotel dan katering.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.