Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Teten Apresiasi Asosiasi Kawal Proses Impor yang Rugikan UMKM

📅 Jumat, 29 Sep 2023, 21:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Teten Apresiasi Asosiasi Kawal Proses Impor yang Rugikan UMKM Doc: ANTARA/Kemenkop UKM
Ket. Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki saat konferensi pers dalam rangka soft launching Pembukaan Inacraft di Gedung Sarinah, Jakarta, Jumat (29/9)

JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengapresiasi Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi), yang turut mengawal proses masuknya barang-barang impor ilegal yang bisa berpotensi merugikan perkembangan UMKM di Tanah Air.

"Asephi sebagai wadah perajin di seluruh Indonesia, telah membentuk tim khusus untuk mengawal kebijakan waspada impor ilegal terhadap produk UMKM, bagi kebangkitan UMKM Tanah Air. Asephi bersama Menkop UKM," kata Teten saat konferensi pers dalam rangka soft launching Pembukaan Inacraft di Gedung Sarinah, Jakarta, Jumat (29/9).

Teten mengatakan saat ini pangsa pasar kerajinan Indonesia mencapai sekitar 2,5 persen dari pasar dunia, sehingga masih sangat dapat ditingkatkan. Terutama, karena didukung masyarakat Indonesia yang memiliki kreativitas tinggi, talenta inovatif, serta didukung budaya yang beragam.

Indonesia juga memiliki sumber daya alam hutan seluas 68 juta hektare (ha). Bahkan, menjadi produsen 85 persen rotan dunia dan nomor tiga produsen bambu terbesar dunia setelah Tiongkok dan India.

Nilai ekspor produk kerajinan Indonesia sepanjang 2022 mencapai 949 juta dollar AS atau setara Rp14,685 triliun. Ekspor tercatat naik dibandingkan ekspor tahun 2021 yang sebesar 916 juta dollar AS atau Rp14,174 triliun.

Seiring peningkatan permintaan kriya di pasar global, Teten menilai sisi pemasaran maupun informasi perdagangan perlu dibereskan agar produk luar tidak mudah masuk ke Indonesia.

"Walaupun sebenarnya untuk ekspor masih sulit. Keluar (ekspor) susah, sementara kalau ke dalam (impor) gampang sekali. Tak heran kita dibanjiri produk impor ilegal. Hal ini yang sedang kami bereskan," ucap dia.

Asephi diharapkannya turut serta dalam menjaga produk kerajinan tangan dalam negeri tetap tumbuh dan tak tergerus oleh banyaknya produk kerajinan dari luar negeri.

"Asephi juga harus ikut patroli. Jika ada kain-kain, benang-benang, maupun produk kerajinan yang banyak dari impor, nanti laporkan kepada kami. Karena tidak bisa kami sendiri membereskan ini, harus ada dukungan dan peran aktif dari asosiasi, masyarakat dan stakeholder lainnya," tutur dia. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.