Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Batik Gobang Seribu Jadi Simbol Wisata Berkelanjutan di Pesisir DKI

📅 Jumat, 29 Sep 2023, 19:09 WIB | Oleh:
Batik Gobang Seribu Jadi Simbol Wisata Berkelanjutan di Pesisir DKI Doc: ANTARA/M Risyal Hidayat
Ket. Penari menampilkan tarian batik gobang saat pagelaran Hari Tari Sedunia di kawasan Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta, Sabtu (6/5/2023).

JAKARTA -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai bahwa keberadaan aktivitas pembuatan seni kriya batik gobang seribu, di Kepulauan Seribu menjadi simbol keberhasilan atas upaya pengembangan wisata berkelanjutan pada kawasan pesisir itu.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Andhika Permata, di Jakarta, Jumat, mengatakan, wisata berkelanjutan adalah pendekatan dalam industri pariwisata yang bertujuan tidak hanya untuk menjaga dan memelihara sumber daya alam sebagai bentuk konservasi.

Tapi, lanjutnya, wisata berkelanjutan juga bertujuan untuk menjaga budaya, dan ekonomi suatu destinasi wisata agar dapat tumbuh berkembang dan dinikmati oleh generasi saat ini dan masa depan.

"Ini juga sekaligus membantu dalam hal diversifikasi pendapatan dengan memberikan peluang untuk usaha lain yang berkaitan tak hanya dalam sektor perikanan, namun juga dalam sektor pariwisata, UMKM," kata dia.

Menurutnya, wisata berkelanjutan di Kepulauan Seribu berjalan baik sebab, keberadaan pengerajin batik maupun pelaku UMKM lainnya di daerah pesisir itu sebagian besar bergantung pada sumber daya alam.

"Jika sumber daya alam mengalami kerusakan, maka para pelaku UMKM, yang bergantung dengannya akan kehilangan pendapatan, (tapi faktanya kondisi itu tidak terjadi) karena alamnya terjaga," kata dia.

Dia menjabarkan, aktivitas pembuatan batik tersebut di bawah pengawasan langsung Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu yang bekerja sama dengan beberapa desainer kriya/wastra nusantara.

Dalam pengawasan tersebut warga lokal di Kepulauan Seribu yang mayoritas ibu-ibu mendapat pelatihan intensif hingga daya kreativitas nya berkembang sejak beberapa bulan terakhir.

Dari tangan kreatif ibu-ibu pesisir itu tercipta kekhasan tersendiri Batik Gobang Seribu. Mulai dari motif yang dipilih mengedepankan kekayaan flora dan fauna bahari, penggunaan warna yang lebih lembut dan desain nya tergolong beraturan.

Menurut penilaian kalangan desainer disana-lah letak perbedaan Batik Gobang Seribu dengan batik khas Betawi umumnya yang berwarna cerah mencolok, dan dalam satu kain memiliki motif dan desain beragam.

"Selanjutnya tinggal bagaimana supaya produk bisa menjangkau pasar wisatawan yang lebih luas. Sehingga wisata berkelanjutan ini secara keseluruhan dapat menguntungkan perkembangan ekonomi lokal," kata dia.

Sebelumnya, tren Kepulauan Seribu dan Batik Gobang Seribu menjadi perbincangan dalam event internasional, setelah Duta Besar Republik Seychelles untuk ASEAN Nico Barito mengaku takjub dengan keindahan dan kearifan lokal di Kepulauan Seribu.

Nico mengunjungi Pulau Untung Jawa, Pulau Tidung Kecil, Pulau Panjang hingga Pulau Payung di Kepulauan Seribu, pada awal bulan September lalu, dalam rangka mengikuti agenda kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Jakarta.

Dalam kunjungannya itu, Nico menyaksikan warga lokal di beberapa pulau di Kepulauan Seribu, salah satunya Pulau Tidung beraktivitas sebagai pengerajin Batik Gobang Seribu.

"Kepulauan Seribu memiliki kearifan lokal Batik Gobang Seribu, menurut saya ini bagus. Saya pun takjub, di Daerah Khusus Ibu Kota masih banyak mangrove. Saya kira hanya pembangunan saja," kata Nico, didampingi Bupati Kepulauan Seribu Junaedi.

Oleh sebab itu, Nico menyatakan tertarik untuk bekerjasama dalam membangun pariwisata di Kepulauan Seribu seperti di negaranya hingga melengkapi sumber daya pendukung seperti air dan juga listrik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.