Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jumlah Penduduk Korsel Menyusut Akibat Rendahnya Angka Kelahiran

📅 Rabu, 27 Sep 2023, 15:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jumlah Penduduk Korsel Menyusut Akibat Rendahnya Angka Kelahiran Doc: BBC/GI
Ket. Korea Selatan telah menghabiskan miliaran dolar untuk mendorong masyarakat agar memiliki lebih banyak anak

SEOUL - Korea Selatan pada Juli mencatat penurunan jumlah penduduk di tengah pesatnya laju penuaan, sementara jumlah bayi yang lahir kembali mencatatkan rekor terendah, menurut data yang ditunjukkan pada Rabu (26/9).

Pada Juli, bayi yang lahir hanya 19.102, turun 6,7 persen dari tahun sebelumnya, menurut laporan bulanan Statistik Korea. Jumlah bayi yang lahir di Korsel mengalami penurunan setiap tahunnya selama 10 bulan berturut-turut.

Angka pada Juli merupakan angka penurunan di bawah 20 ribu untuk pertama kalinya sejak badan tersebut mulai mengumpulkan data terkait pada 1981.

Sebaliknya, jumlah kematian di negara itu melonjak 8,3 persen selama periode tersebut menjadi 28.238 di tengah populasi yang menua, yang mengakibatkan penurunan jumlah penduduk secara alami sebesar 9.137.

Tren kematian yang melebihi kelahiran terus berlanjut selama 45 bulan berturut-turut.

Sementara itu, data itu menunjukkan jumlah pernikahan juga menurun 5,3 persen selama periode tersebut menjadi 14.155. Perceraian juga turun 0,5 persen menjadi 7.500.

Bulan lalu, badan statistik itu menyebutkan tingkat kesuburan total di Korsel, yaitu jumlah rata-rata anak yang dilahirkan seorang wanita seumur hidupnya, mencapai rekor terendah sebesar 0,7 pada kuartal kedua 2023, turun 0,05 dari tahun sebelumnya.

Angka itu jauh lebih rendah dibandingkan tingkat penggantian sebesar 2,1 yang akan mempertahankan stabilitas jumlah penduduk Korsel sebanyak 51 juta jiwa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.