Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Siapkan Strategi Atasi 'Food Waste'

📅 Selasa, 26 Sep 2023, 08:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Siapkan Strategi Atasi 'Food Waste' Doc: istimewa

JAKARTA - Pemerintah turut memberikan perhatian terhadap masalah pemborosan pangan di Indonesia. Sebab, RI menghasilkan sampah makanan sebanyak 21 juta ton per tahun. Laporan Badan Pangan Nasional (Bapanas) hingga saat ini baru sekitar 52 ribu kilogram (kg) pangan yang baru bisa diselamatkan.

Hal itu disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) yang membahas Peta Jalan Gerakan Nasional Pengurangan Kehilangan dan Pemborosan Makanan di Jakarta, Senin (25/9). Utusan Khusus (Utsus) Presiden RI bidang Kerja Sama Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan, Muhamad Mardiono, mengatakan menurut laporan The United Nations Environment Programme (UNEP) pada 2021, Indonesia memproduksi sampah makanan mencapai 21 juta ton per tahun. Sementara persentase volume timbunan sampah makanan di Indonesia dapat mencapai 19,45 juta ton.

Terkait masalah ini, Mardiono mengatakan Bapanas yang memiliki peran utama berkaitan dengan ketahanan pangan dan isu kehilangan dan pemborosan makanan atau (FLW) ini.

"Bapanas adalah yang mengemban amanat dari Presiden terkait pangan, di sini kami memberikan support. Secara aktualisasi, Bapanas bekerja sama dengan banyak pihak dalam melakukan aksi pengurangan food waste melalui suatu sistem," ujar Mardiono.

Dia memaparkan penyusunan peta jalan Gerakan Nasional Pengurangan Kehilangan dan Pemborosan Makanan turut melibatkan tokoh-tokoh lintas agama, karena meyakini setiap agama tentu mengajarkan pemeluknya untuk menjauhi pemborosan atau mubazir.

Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, mengatakan sejak 2022, pihaknya menginisiasi Gerakan Selamatkan Pangan dengan pilot project menyasar di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi). Bapanas menfasilitasi aksi penyelamatan pangan melalui penyediaan mobil logistik dan food truck, serta upaya kolaboratif dengan para donatur pangan dan penggiat Selamatkan Pangan.

"Sampai 25 September, jumlah pangan yang telah berhasil diselamatkan tercatat 52.785,68 Kg. Ini berasal dari ritel, hotel, katering, industri pangan, toko kue, dan roti yang masih layak dan aman dikonsumsi. Selanjutnya, NFA bersama lembaga penggiat Selamatkan Pangan menyalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Ini konsisten terus kami jalankan," jelas Arief.

Perlu Kolaborasi

Lebih lanjut, Arief menekankan upaya penanganan urusan pangan memerlukan komitmen dan kolaborasi dengan banyak pihak. "Kolaborasi adalah kunci utama karena menyelesaikan masalah pangan sangat memerlukan komitmen bersama dengan mengusung semangat gotong royong. Bapanas senantiasa bekerja sama dengan kementerian/ lembaga terkait, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lintas sektor di 38 provinsi dan 514 kabupaten/ kota, serta melibatkan BUMN, Satgas Pangan, swasta, asosiasi, civitas akademika, dan para pakar ahli untuk mewujudkan Gerakan Selamatkan Pangan," beber Arief.

Terkait isu kehilangan dan pemborosan makanan atau Food Loss and Waste (FLW), Arief Prasetyo, memaparkan tiga langkah dalam menjaga ketahanan pangan, yaitu Better Nutrition, Better Behavior, dan Better Collaboration.

"Kami juga terus mengimbau masyarakat untuk senantiasa menerapkan Stop Boros Pangan serta Belanja Bijak. Ini dapat mengurangi food loss and waste, stabilisasi harga pangan, dan menumbuhkan toleransi kepada masyarakat yang lebih membutuhkan," pungkas Arief.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Jarak Pandang Terbatas, Ban...
Ekonomi
Tekan Kenaikan Harga, Pemka...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...
Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.