RI Butuh Cawapres yang Mampu Tangani Masalah Bangsa

Selasa, 19 Sep 2023, 02:02 WIB

JAKARTA - Indonesia membutuhkan figur calon wakil presiden (cawapres) yang mampu menangani masalah kebangsaan. Cawapres bersama Capres yang didampinginya harus memiliki kualifikasi menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa.

Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin, kepada Koran Jakarta, Senin (18/9) petang, mengatakan salah satu masalah kebangsaan adalah kurangnya integritas. Maraknya kasus korupsi karena banyak pemimpin yang tidak berintegritas.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Selain berintegritas, pasangan capres dan cawapres juga harus memiliki visi misi serta ide dan gagasan yang jelas karena masalah kebangsaan yang sangat kompleks.

"Perlu visi misi jelas, program yang terukur, punya ide-ide besar yang kreatif dan bisa direalisasikan untuk membawa Indonesia menjadi negara yang bisa bersaing dengan banyak negara lain di dunia," katanya.

Sementara itu, peneliti Ekonomi Politik, Alpha Research Database Indonesia, Ferdy Hasiman, mengatakan tokoh cawapres ideal ialah yang bisa mengimplementasikan konsep Trisakti Bung Karno. Trisakti Bung Karno adalah pertama, berdaulat di bidang politik. Kedua, berdikari di bidang ekonomi. Ketiga, berkepribadian dalam budaya.

Mengenai kepribadian, Ferdy memandang sangat penting bagi capres dan cawapres bersih agar bisa mereformasi hukum dan birokrasi. "Jika moral dan integritasnya baik maka itu akan menular ke arah kebijakan ekonomi dan politiknya," kata Ferdy.

Begitu juga untuk penegakan hukum penting dijaga agar tata kelola pembangunan ekonomi berjalan. "Jadi, pembangun politik paralel dengan pembangunan ekonomi," ungkap Ferdy.

Pemersatu Bangsa

Peneliti Pusat Riset Pengabdian Masyarakat (PRPM) Institut Shanti Bhuana, Bengkayang, Kalimantan Barat, Siprianus Jewarut, berpendapat sosok ideal yang bisa memberikan efek domino tersebut adalah cawapres yang memiliki kualitas pemikiran tentang kebangsaan yang tidak perlu diragukan, tokoh yang bisa mempersatukan bangsa serta sudah memiliki tingkat kematangan dan kecerdasan yang sudah teruji.

"Bangsa ini perlu akar yang sangat kuat supaya NKRI lepas dari kerusakan moral dan memiliki integritas bangsa yang kuat. Memang banyak tokoh dari anak muda sekarang, namun terkesan lebih materialistis dan gila uang. Mereka belum matang masuk legislatif maupun eksekutif. Apa yang disampaikan KPK itu benar kalau 86 persen yang ditangkap KPK karena korupsi dari tingkat pendidikannya level sarjana," kata Siprianus.

Dia mengakui, saat ini banyak pemimpin, namun tidak berkualitas sehingga sulit untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Padahal sesuai amanat undang-undang dan semua aturan pelaksana menyebutkan kalau pengambil kebijakan harus mengutamakan kepentingan rakyat banyak.

"Kita tidak bisa memilih pemimpin yang belum matang karena mereka akan memimpin negara dengan penduduk 275 juta jiwa, terbesar ke-empat di dunia. Kalau salah pilih, bisa menghancurkan satu bangsa," katanya.

Kriteria-kriteria itu wajib menjadi pilihan utama capres dalam memilih sosok cawapresnya. "Tokoh-tokoh besar seperti Quraish Shihab dan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar adalah sosok ideal dari beberapa kriteria di atas," sebut Siprianus.

Kedua tokoh itu memiliki kualitas pemikiran yang tidak perlu diragukan lagi, karena RI saat ini perlu tokoh pemersatu bangsa. "Keduanya tidak diragukan kematangan dan kecerdasan," paparnya.

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Binas Nusantara (Binus) Malang, Frederik M. Gasa, mengatakan memilih calon wakil presiden bukan sebuah perkara mudah. Memilih wakil tujuannya tidak hanya untuk dapat menjadi partner diskusi, tapi lebih penting adalah untuk menjaga keseimbangan. "Butuh karakter kepemimpinan yang kuat dan tangguh yang bisa mendampingi sang presiden dalam menahkodai kapal besar, negara Indonesia," tandas Frederik.

Di samping karakter leadership yang kuat, paparnya, calon wakil juga tentu harus punya visi dan pengalaman, terutama dalam bidang politik dan bernegara.

"Visioner dan punya pengalaman akan memampukan calon wakil presiden dan calon presiden mengambil keputusan strategis demi kepentingan bangsa dan negara," ungkap Frederik.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.