Per Juni 2023, Bank Mandiri Salurkan Kredit Infrastruktur Rp267,92 Triliun
Selasa, 19 Sep 2023, 00:01 WIBJAKARTA- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus fokus membidik penyaluran kredit infrastruktur untuk mempercepat pemerataan ekonomi di tanah air. Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Susana Indah Kris Indriati mengatakan, upaya itu selaras dengan langkah Pemerintah untuk mencapai visi Indonesia 2045 yang salah satunya difokuskan untuk memenuhi prasarana dasar, mendorong konektivitas dan pemerataan antar wilayah.
Hasilnya, penyaluran kredit infrastruktur Bank Mandiri yang sesuai dengan klasifikasi dalam Peraturan Presiden (Peers) 38 Tahun 2015 mencapai 267,92 triliun rupiah per Juni 2023. Nilai tersebut tumbuh 7,96 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dari posisi Juni 2022 sebesar 248,17 triliun rupiah.
Pembiayaan tersebut disalurkan ke berbagai sub sektor seperti jalan, transportasi, migas dan energi terbarukan, tenaga listrik, telematika, perumahan rakyat dan fasilitas kota, hingga konstruksi. Kredit yang dikucurkan oleh bank yang akan merayakan HUT pada 2 Oktober 2023 mendatang ini termasuk untuk pembangunan jalan tol, bandara, pelabuhan, dan jalur kereta api yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat.
"Ini merupakan kiprah Bank Mandiri dalam 25 tahun terakhir untuk terus konsisten menjadi salah satu pendukung penguatan infrastruktur tanah air di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)," ujar Susana Indah di Jakarta, Senin (18/9).
Penyaluran kredit infrastruktur bank bersandi saham BMRI tersebut paling banyak disalurkan untuk sub sektor transportasi yang melonjak 14,85 persen yoy menjadi 68,81 triliun rupiah per Juni 2023. Lalu, tenaga listrik mengalami peningkatan 14,33 persen yoy menjadi 48,49 triliun rupiah.
Kemudian, kucuran kredit infrastruktur untuk pembangunan jalan tumbuh 12,54 persen yoy menjadi 47,01 triliun rupiah. Juga untuk sub sektor telematika naik 8,53 persen yoy menjadi 30,61 triliun rupiah di paruh pertama 2023.
Sentra Baru
Susana Indah melihat peluang sektor infrastruktur akan terus meningkat ke depannya. Berdasarkan riset tim Bank Mandiri, belanja infrastruktur meningkat pada RAPBN 2024 sebesar 422,7 triliun rupiah atau naik 5,8 persen dari outlook APBN 2023 yang sebesar 399,6 triliun rupiah. Sedangkan arah kebijakan infrastruktur 2024 akan difokuskan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan Ibu Kota Negara (IKN) serta mendukung sentra pertumbuhan baru.
Ini membuktikan, pembangunan infrastruktur masih dibutuhkan sebagai salah satu mesin pencetak perekonomian yang berkelanjutan kedepannya. Memegang peran sebagai mitra pemerintah dan agen perubahan, Bank Mandiri meyakini penyaluran kredit infrastruktur akan terus tumbuh.
"Oleh sebab itu, bank Mandiri akan konsisten mendukung pembiayaan infrastruktur dari hulu ke hilir dengan expertise yang relatif komplit dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian. Terlebih, Bank Mandiri memiliki likuiditas yang memadai dalam mewujudkan 'terus melaju untuk Indonesia maju'," katanya.
Sementara itu, Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menjelaskan dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, sektor infrastruktur memiliki andil yang cukup besar.
"Proyek infrastruktur memiliki multiplier effect yang besar dalam perekonomian termasuk penciptaan kesempatan kerja," ujar Andry.
Berdasarkan hasil riset Tim Ekonom Bank Mandiri dampak ekonomi proyek infrastruktur yang diprioritaskan pemerintah seperti pembangunan jalan tol, light rail transit (LRT) Jabodetabek, Kereta Cepat Jakarta-Bandung, pembangunan Bandara Bali Utara, Kawasaran Pariwisata dan Industri dengan total nilai proyek 430,0 triliun rupiah berpotensi meningkatkan pendapatan domestik bruto (PDB) sebesar 690,5 triliun rupiah.
Selain itu, terdapat potensi penyerapan 2,4 juta tenaga kerja baru dari pembangunan berbagai proyek infrastruktur. Sedangkan secara jangka menengah dan panjang, pembangunan infrastruktur juga bisa berdampak positif bagi industri turunannya seperti pengadaan listrik dan gas, penyediaan akomodasi makan dan minum, transportasi dan pergudangan hingga industri pengolahan dan properti.
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Vitto Budi
Berita Terkait:
-
Mandiri Macro and Market Brief 2026
-
Netflix Konfirmasi Sekuel Film Serial "Peaky Blinders"
-
Playoff Piala Dunia 2026: Slovakia Andalkan Faktor Kandang, Kosovo Bidik Sejarah
-
Bank Mandiri Raih 4 Penghargaan SBSN 2025, Dominasi Pasar Syariah Makin Kuat
-
Momen Idul Adha 1447 H, Bank Mandiri Salurkan 2.529 Hewan Kurban ke ratusan titik di seluruh Indonesia
-
Bank Mandiri Bawa Semangat "More Than a Race" Lewat Livin Jakarta Run Road to MJM 2026
-
Melayani Sepenuh Hati, Bank Mandiri Hadirkan Livin’ Call Bebas Pulsa Lewat Livin’ by Mandiri
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.