• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Komentar Rasis, Pendiri Ma...

Komentar Rasis, Pendiri Majalah Rolling Stone Dipecat dari Dewan Hall of Fame Rock

Minggu, 17 Sep 2023, 11:50 WIB

WASHINGTON - Salah satu pendiri majalah Rolling Stone, Jann Wenner, dicopot dari posisinya di dewan Rock and Roll Hall of Fame Foundation karena komentarnya yang dianggap rasis dan seksis, media AS melaporkan, Sabtu (16/9).

Pemecatan Wenner dari dewan yayasan terjadi sehari setelah pernyataannya dipublikasikan di New York Times, yang menimbulkan kritik luas.

Ket. Foto: Jann Wenner saat mendiskusikan buku barunya "Like a Rolling Stone: A Memoir," di 92nd Street Y, Selasa, 13 September 2022, di New York. — Sumber: ABC News/AP

"Jann Wenner telah dicopot dari dewan direksi Rock & Roll Hall of Fame Foundation," sebuah pernyataan singkat dari yayasan tersebut, menurut Variety.

Wenner yang berusia 77 tahun mendirikan majalah Rolling Stone pada 1967. Dalam beberapa dekade berikutnya ia menampilkan banyak legenda rock di halaman-halamannya, seperti John Lennon, Mick Jagger, Pete Townshend, Bob Dylan, dan Bruce Springsteen.

Wenner juga mendirikan Rock and Roll Hall of Fame Foundation, yang memilih artis untuk diberi penghargaan, dan menjabat sebagai ketuanya hingga tahun 2020.

Dalam wawancara Times yang diterbitkan hari Jumat, Wenner ditanya mengapa dia tidak menampilkan wawancara orang kulit berwarna atau musisi wanita dalam buku barunya, "The Masters," yang sekarang sudah dicetak.

Mengenai perempuan, Wenner berkata, "Tidak satu pun dari mereka yang cukup pandai bicara pada tingkat intelektual ini."

"Tentang seniman kulit hitam - Anda tahu, Stevie Wonder, jenius, bukan? Saya kira ketika Anda menggunakan kata seluas 'master', kesalahannya adalah menggunakan kata itu. Mungkin Marvin Gaye, atau Curtis Mayfield? Maksud saya, mereka tidak melakukannya tidak bisa mengartikulasikan pada level itu."

Dalam wawancara itu, Wenner menyadari bahwa pernyataannya akan merugikan sebagian orang.

"Hanya demi hubungan masyarakat, mungkin saya seharusnya mencari dan menemukan satu artis berkulit hitam dan satu artis perempuan untuk dimasukkan ke sini yang tidak memenuhi standar sejarah yang sama, hanya untuk menghindari kritik semacam ini," kata Wenner.

Rolling Stone menjadi majalah musik terkemuka pada masanya, lalu berkembang ke bidang politik dan budaya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.