Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bendungan Waduk Karian di Lebak Hidupkan Sektor Pariwisata

📅 Minggu, 17 Sep 2023, 20:21 WIB | Oleh:
Bendungan Waduk Karian di Lebak Hidupkan Sektor Pariwisata Doc: ANTARA/ Mansur
Ket. Asisten Daerah (Asda - I ) Sekertariat Pemerintah Kabupaten Lebak Alkadri.

LEBAK - Bendungan Waduk Karian yang rencananya diresmikan Presiden Joko Widodo pada akhir tahun 2023 dapat menumbuhkan sektor pariwisata sehingga mendongkrak pendapatan ekonomi daerah dan masyarakat setempat.

"Kami meyakini Waduk Karian itu dipastikan berdampak positif terhadap sektor pariwisata dan bisa menyerap ribuan tenaga kerja lokal," kata Asisten Daerah (Asda - I ) Sekertariat Pemerintah Kabupaten Lebak Alkadri di Lebak, Minggu.

Pemerintah Kabupaten Lebak kini melakukan penataan - penataan juga melakukan pembangunan infrastruktur jalan dengan betonisasi untuk mempersiapkan kawasan Waduk Karian menjadi sektor pariwisata dan dapat menumbuhkan ekonomi baru bagi masyarakat setempat.

Bendungan Waduk Karian yang terbesar di Pulau Jawa itu terdapat kawasan hutan yang masih alami dan asri.

Selain itu juga banyak populasi aneka macam jenis burung dan kera ekor panjang juga banyak pepohonan, sehingga wisatawan dapat menikmatinya bersama anggota keluarga.

Bendungan Karian yang dibangun tahun 2015 dengan menenggelamkan sebanyak 12 desa di empat kecamatan antara lain Rangkasbitung, Maja, Sajira dan Cimarga dipastikan dapat membawa kesejahteraan masyarakat setempat juga peningkatan sumber pendapatan asli daerah (PAD).

Dengan demikian, pemerintah daerah akan memberikan kemudahan proses perizinan bagi investor yang menanamkan modalnya untuk membangun sektor pariwisata di kawasan waduk itu.

Para investor itu bisa juga membangun kawasan wisata buatan juga perhotelan dan penginapan.

Selain itu membangun kawasan perdagangan karena dipastikan banyak pengunjung wisatawan domestik dan mancanegara.

Pemerintah daerah mengembangkan sektor pariwisata itu untuk mempercepat kemiskinan ekstrem dan pengangguran.

Selama ini, masih tingkat kemiskinan dan pengangguran cukup tinggi, sehingga perlu dilakukan kawasan ekonomi baru yang bisa menyerap lapangan pekerjaan.

Dengan adanya pembangunan pariwisata itu, kata dia, dipastikan masyarakat yang tergusur proyek nasional yang kebanyakan sebagai buruh tani, pekerja urban hingga pekerja migran bisa bekerja sebagai pelayan hotel dan penginapan hingga penjaga parkir kendaraan dan keamanan.

Disamping itu, mereka bisa melahirkan klaster -klaster ekonomi masyarakat, seperti tumbuhnya warung-warungan, rumah makan dan kerajinan produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

"Kami menilai kehadiran Waduk Karian bisa menjadi kekuatan ekonomi masyarakat, " kata Alkadri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.