Kurikulum Merdeka Libatkan Guru dan Anak Didik Susun Program Pembelajaran

Kamis, 14 Sep 2023, 19:22 WIB

JAKARTA - Dampak positif dari implementasi Kurikulum Merdeka disuarakan berbagai pihak, khususnya pemangku kepentingan di dunia pendidikan. Keleluasaan bagi guru serta pelibatan anak didik dalam penyusunan program pembelajaran dinilai sebagai salah satu kekuatan utama dari Kurikulum Merdeka tersebut.

Kepala Sekolah Dasar Kemala Bhayangkari 01 Balikpapan, Baharudin, mengatakan Kurikulum Merdeka memberikan ruang yang seluasnya bagi pendidik dan peserta didik untuk berkolaborasi dalam merancang pembelajaran mulai dari perencanaan hingga hasil yang ingin dicapai bersama. Hal ini dipercaya dapat membuat Kurikulum Merdeka terus mengikuti perkembangan zaman dan memberikan hal positif bagi guru dan anak didik.

Ket. Foto: Ilustrasi siswa mengikuti proses belajar mengajar dengan Kurikulum Merdeka — Sumber: istimewa

"Berkat implementasi Kurikulum Merdeka, anak menjadi senang, guru menjadi tenang, dan orang tua menjadi bahagia sesuai dengan motto sekolah. Kenapa anak-anak senang? Karena mereka dilibatkan dari mulai perencanaan, pelaksanaan, sampai dengan tahap asesmen yang dahulu tidak seperti itu," kata Baharudin, kemarin.

Keunggulan lainnya, Baharudin menjelaskan Kurikulum Merdeka dirancang agar anak didik tidak dipaksa dalam periode tertentu menguasai suatu pelajaran sehingga mereka nyaman ketika belajar. Kurikulum Merdeka juga pada saat implementasi disesuaikan dengan tingkat kompetensi anak didik di setiap jenjangnya. Para guru akan memiliki rapor untuk mengetahui progres dari implementasi kurikulum terbaru ini.

Hal senada disampaikan pengamat pendidikan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Budi Santoso Wignyosukarto. Menurutnya Kurikulum Merdeka memiliki keunggulan yaitu keleluasaan bagi satuan pendidikan dalam menyusun materi pembelajaran di sekolah. Dengan relaksasi yang diberikan ini, program pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kearifan lokal pada masing-masing daerah.

"Dengan relaksasi ini, gurunya jadi lebih kreatif daripada dulu yang materinya seragam seluruh Indonesia. Mereka dapat mengambil pembahasan masalah dari hal-hal lokal, budaya lokal, kearifan lokal, dan mungkin juga bisa kerja sama dengan UMKM yang ada untuk belajar kewirausahaan," jelas Budi saat dihubungi oleh wartawan.

Menurut Budi, dampak positif Kurikulum Merdeka yang memasukan permasalahan di lingkungan sekitar dalam pembelajaran membuat para peserta didik menjadi lebih senang ketika belajar sehingga tertarik untuk mendalami dan mencintai daerahnya. Budi menceritakan bahwa dirinya pernah menemui peserta didik dari salah satu SMP Negeri di Yogyakarta yang senang karena Kurikulum Merdeka dapat mengembangkan kreativitas mereka. "Ini cara belajar kearifan lokal. Dalam Kurikulum Merdeka mereka diharapkan menjadi ahli-ahli di daerahnya, termasuk memahami budayanya sendiri," ucap Budi.

Ketua Kelompok Kerja Implementasi Kurikulum Merdeka Persatuan Guru Nahdlatul Ulama, HM Faojin, mendorong agar Kurikulum Merdeka dapat diimplementasikan lebih masif karena relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini. Menurutnya Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan bagi para pemangku kepentingan di satuan pendidikan memberikan program pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik dan sumber daya lingkungan sekolah maupun madrasah.

"Sekaligus para guru tidak sebatas menyelesaikan kurikulum, namun berekspresi secara elegan dalam mengembangkan kompetensi siswa," tutup Faojin.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

Berita Terbaru

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.