Dinas KPKP Membina 19.000 Pelaku UMKM

Kamis, 14 Sep 2023, 05:25 WIB

JAKARTA - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus digerakkan dengan tujuan dapat mengangkat perekonomian keluarga dan pengendalian inflasi. UMKM banyak dibina kedinasan. Misalnya, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta bahkan jumlah UMKM binaannya mencapai 19.000.

"Hingga kini, kami telah membina 19 ribu pelaku UMKM. Mereka bergerak di bidang pertanian perkotaan atau urban farming, perikanan, pengolahan produk berbahan dasar mangrovedan pemanfaatan limbah kerang," kata Kepala Dinas KPKP Jakarta, Suharini Eliawati, Rabu (13/9).

Ket. Foto: Suasana bazar Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (12/9). — Sumber: ANTARA/Siti Nurhaliza

Selain untuk konsumsi pribadi dan dibagikan kepada sesama, hasil panen pertanian tersebut juga dijual untuk meningkatkan penghasilan rumah tangga. Kegiatan pembinaanini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian keluarga dan mengendalikan inflasi daerah, khususnya untuk komoditas pangan Jakarta.

Tidak hanya proses produksi, pembinaan terhadap pelaku UMKM juga dilanjutkan dengan memastikan produk yang dihasilkan memiliki mutu bagus. Dinas juga membantu mengurus persyaratan perizinan yang menyangkut dapur produksi hingga menuju proses pemasaran.

Lebih jauh, Suharini menuturkan telah menyiapkan dapur produksi bersama. Ini akan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. "Untuk pemasarannya, masyarakat juga telah difasilitasi dengan dibuatkan akun media sosial di berbagai platform agar lebih mudah mempromosikan produk-produknya," jelas Suharini.

Sampai triwulan II tahun 2023, omzet pemasaran UMKM binaan Dinas KPKP Jakarta mencapai 85,3 miliar. Selain itu, jumlah olahan hasil pertanian sampai triwulan II juga telah mencapai 97,08 ton. Dinas KPKP Jakarta juga telah memberi pendampingan usaha kepada 250 pengusaha dalam metode pengolahan cabai dan bawang merah.

Selanjutnya, Dinas KPKP juga bersinergi dengan berbagai elemen dalam membina UMKM agar bisa naik kelas. Mereka antara lain perusahaan perbenihan, Bank Indonesia, Bank DKI, swasta dan BUMN, seperti PT PLN, BRI, Asuransi Triparkata, Indonesia Power, Pertamina serta PT Dinamika Dinamis Indonesia.

"Partisipasi swasta dan BUMN ini sangat terasa manfaatnya khususnya dalam bantuan sarana maupun pemasaran di tingkat nasional," kata Suharini.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.