Akademisi UGM sebut Indonesia bisa jaga pasokan mineral kritis global

Rabu, 13 Sep 2023, 23:55 WIB

Yogyakarta - Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Himawan Tri Bayu Murti Petrus menyebut Indonesia berpeluang menjadi penjaga rantai pasok mineral kritis global untuk kebutuhan teknologi hijau.

Himawan dalam keterangan resmi UGM di Yogyakarta, Rabu, mengatakan gesekan geopolitik antara Tiongkok dan negara barat berpotensi menyebabkan kekacauan rantai pasok mineral kritis global.

"Posisi Indonesia sebagai blok netral dengan kekayaan mineral yang dimiliki dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pemain global untuk memenuhi rantai pasok mineral-mineral tersebut," kata dia.

Saat dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Pengolahan Bahan Mineral Fakultas Teknik UGM, Himawan mengatakan Indonesia memiliki kekayaan dan berkah alam dalam bentuk mineral, antara lain batuan laterit dengan jumlah besar di wilayah Sulawesi.

Potensi nikel, kobalt, mangan, bauksit, timah dengan grade terbaik di dunia juga tersebar di wilayah Indonesia.

Sementara, beberapa mineral kritis yang dibutuhkan untuk produksi baterai, kata dia, antara lain litium, nikel, kobalt, mangan, grafit, dan silikon.

Unsur lain yang cukup penting untuk diperhatikan, kata dia, yakni logam tanah jarang (LTJ) seperti lantanum, serium, neodimium, praseodimium, skandium yang banyak digunakan sebagai aditif dan unsur penguat dalam peningkatan efisiensi dan kinerja teknologi hijau.

Menurut dia, sebagian besar unsur mineral kritis rawan gangguan, baik gangguan secara politis, sosial, ekonomi, dan geopolitik.

Unsur grafit, silikon, mangan, dan LTJ misalnya, rawan dari segi rantai pasokan akibat monopoli oleh Tiongkok yang memegang 73 persen suplai grafit untuk baterai, 64 persen suplai silikon, 94 persen suplai mangan untuk baterai, dan 85 persen suplai LTJ.

Karena itu, menurut Himawan, eksplorasi sumber primer dan sekunder mineral kritis dan strategis di Indonesia perlu menjadi perhatian, termasuk kemandirian hilirisasi dalam meningkatkan nilai tambah dari potensi mineral yang ada.

Menurut dia, diperlukan paradigma baru dalam pengelolaan bahan mineral yang didasarkan atas aspek keberlanjutan, yaitu konsepsi "zero waste" dan ekonomi sirkular.

"Hal ini tentunya menghasilkan kemandirian pada rantai pasok domestik yang sangat kuat, sehingga dapat mengurangi dampak akibat ketidakstabilan rantai pasok global," kata dia.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Arif

Berita Terbaru

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.