Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Akademisi UGM sebut Indonesia bisa jaga pasokan mineral kritis global

📅 Rabu, 13 Sep 2023, 23:55 WIB | Oleh:
Akademisi UGM sebut Indonesia bisa jaga pasokan mineral kritis global Doc: Antara Jatim/Umarul Faruq
Ket. Eskavator beraktivitas di kolam penampungan lumpur lapindo, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (22/1/2021). Berdasarkan survei dan kajian Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur mengandung potensi mineral logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth element (REE).

Yogyakarta - Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Himawan Tri Bayu Murti Petrus menyebut Indonesia berpeluang menjadi penjaga rantai pasok mineral kritis global untuk kebutuhan teknologi hijau.

Himawan dalam keterangan resmi UGM di Yogyakarta, Rabu, mengatakan gesekan geopolitik antara Tiongkok dan negara barat berpotensi menyebabkan kekacauan rantai pasok mineral kritis global.

"Posisi Indonesia sebagai blok netral dengan kekayaan mineral yang dimiliki dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pemain global untuk memenuhi rantai pasok mineral-mineral tersebut," kata dia.

Saat dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Pengolahan Bahan Mineral Fakultas Teknik UGM, Himawan mengatakan Indonesia memiliki kekayaan dan berkah alam dalam bentuk mineral, antara lain batuan laterit dengan jumlah besar di wilayah Sulawesi.

Potensi nikel, kobalt, mangan, bauksit, timah dengan grade terbaik di dunia juga tersebar di wilayah Indonesia.

Sementara, beberapa mineral kritis yang dibutuhkan untuk produksi baterai, kata dia, antara lain litium, nikel, kobalt, mangan, grafit, dan silikon.

Unsur lain yang cukup penting untuk diperhatikan, kata dia, yakni logam tanah jarang (LTJ) seperti lantanum, serium, neodimium, praseodimium, skandium yang banyak digunakan sebagai aditif dan unsur penguat dalam peningkatan efisiensi dan kinerja teknologi hijau.

Menurut dia, sebagian besar unsur mineral kritis rawan gangguan, baik gangguan secara politis, sosial, ekonomi, dan geopolitik.

Unsur grafit, silikon, mangan, dan LTJ misalnya, rawan dari segi rantai pasokan akibat monopoli oleh Tiongkok yang memegang 73 persen suplai grafit untuk baterai, 64 persen suplai silikon, 94 persen suplai mangan untuk baterai, dan 85 persen suplai LTJ.

Karena itu, menurut Himawan, eksplorasi sumber primer dan sekunder mineral kritis dan strategis di Indonesia perlu menjadi perhatian, termasuk kemandirian hilirisasi dalam meningkatkan nilai tambah dari potensi mineral yang ada.

Menurut dia, diperlukan paradigma baru dalam pengelolaan bahan mineral yang didasarkan atas aspek keberlanjutan, yaitu konsepsi "zero waste" dan ekonomi sirkular.

"Hal ini tentunya menghasilkan kemandirian pada rantai pasok domestik yang sangat kuat, sehingga dapat mengurangi dampak akibat ketidakstabilan rantai pasok global," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Ekonomi
AirNav Indonesia Perkuat Ko...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.