• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Aktivitas Mencari Makanan...

Aktivitas Mencari Makanan Bersifat Netral Gender

Senin, 11 Sep 2023, 06:25 WIB

Gagasan lama laki-laki sebagai pemburu dan perempuan didukung alasan antropologis. Laki-laki pada dasarnya dianggap lebih agresif, sedangkan perempuan lebih lambat dan lebih fokus pada pengasuhan anak.

"Ini bukanlah sesuatu yang saya pertanyakan," kata Sophia Chilczuk, lulusan baru dari Seattle Pacific University, tempat dia mempelajari biologi terapan manusia. "Dan menurut saya mayoritas masyarakat mempunyai asumsi seperti itu," ujar dia seperti dilaporkan The New York Times.

Ket. Foto: — Sumber: afp/ JOHN MACDOUGALL

Ia mengatakan gagasan perempuan sebagai pengumpul lebih kuat daripada bukti yang ada. Pada 1963, para arkeolog di Colorado menemukan sisa-sisa jasad seorang perempuan berusia hampir 10.000 tahun yang dikuburkan dengan ujung proyektil. Namun mereka menyimpulkan alat tersebut digunakan bukan untuk membunuh binatang buruan, melainkan sebagai pisau pengikis.

Namun narasi yang berpusat pada laki-laki perlahan-lahan berubah. Pada hari pertama kursus antropologi perguruan tinggi, Chilczuk dan teman-teman sekelasnya mendengarkan podcast tentang penemuan penting seorang pemburu perempuan selama penggalian di Peru pada 2018.

Di situs Peru pada 2018, para arkeolog menemukan sisa-sisa seorang pemburu perempuan dan peralatan berburu. Bawah, perkakas, yang mencakup proyektil (1 hingga 7), serpihan yang tidak dimodifikasi (8 hingga 10), serpihan yang diperbaiki (11 hingga 13), kemungkinan pisau dengan sandaran (14), pengikis (15 dan 16), pengikis/perajang (17 hingga 19), batu mengkilap (17, 20 dan 21) dan bintil oker merah.

Di antara pecahan tengkorak, gigi, dan tulang kaki, para arkeolog menemukan perburuan peralatan yang dilengkapi dengan lebih banyak peralatan ujung proyektil, serpihan, pengikis, pencacah, dan batu pembakar daripada yang pernah mereka lihat.

Penemuan ini mengarahkan tim untuk meninjau temuan dari pemakaman lain di Amerika awal. Pada 2020 mereka menyimpulkan bahwa perburuan hewan besar antara 14.000 dan 8.000 tahun yang lalu bersifat netral gender.

Sementara itu Abigail Anderson, mahasiswa fisiologi yang juga berada di kelas tersebut mengaku amat kaget dengan temuan itu. Saat membaca penelitian tersebut Anderson terkejut dengan referensi penulis mengenai keengganan ilmiah untuk mengasosiasikan perempuan dengan bahan berburu. "Saya langsung berpikir, apakah ini bias atau akurat?" dia berkata.

"Kisah tentang pemburu perempuan memang ada," kata Dr Wall-Scheffler. "Tetapi mengumpulkan dan menunjukkan bahwa ini bukanlah sebuah anekdot, melainkan sebuah pola, itulah yang kami coba lakukan dengan makalah ini," imbuh dia.

Untuk menyelidikinya, tim menelusuri Database Tempat, Bahasa, Budaya dan Lingkungan, sebuah katalog etnografi tentang masyarakat manusia pada abad ke-19 dan ke-20, dan menemukan 63 masyarakat mencari makan dengan laporan langsung tentang kapan, bagaimana, dan apa perburuan terjadi.

Kemudian tim mencari polanya: apakah perempuan memang berburu, apakah aktivitas tersebut disengaja atau oportunistik, dan seberapa besar perburuan yang dilakukan. Foto lokasi pemakaman dari atas ke bawah, diagram situs tersebut yang menunjukkan nomor dan warna tempat ditemukannya barang, dan berbagai macam barang berserakan dengan latar belakang putih yang menunjukkan apa yang ditemukan. hay/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Paus Leo XIV Desak Dunia Lawan Kemiskinan dan Ketimpangan

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

"Silent Hill: Townfall" Eksklusif Konsol PS5 Minimal Enam Bulan

Resmi Digarap Disney! National Treasure 3 Masuk Pengembangan, Nicolas Cage Siap Kembali?

Fitur Baru ChatGPT di iOS: Bisa Akses Foto Terbaru Tanpa Buka Galeri

Gempa M 5,9 Guncang Jepang Dekat Tokyo: 37 Orang Terluka, Kereta Sempat Lumpuh!

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.