• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • X Milik Elon Musk Mengguga...

X Milik Elon Musk Menggugat California terkait UU Moderasi Konten di Medsos

Sabtu, 09 Sep 2023, 11:32 WIB

SAN FRANSISCO - X Corp. milik Elon Musk pada Jumat (8/9) menggugat negara bagian California atas undang-undang yang mewajibkan perusahaan media sosial mempublikasikan kebijakan mereka mengenai ujaran kebencian, disinformasi, pelecehan, dan ekstremisme.

Perusahaan induk X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, mengajukan gugatan federal bahwa undang-undang yang disebut AB 587 melanggar hak kebebasan berpendapat.

Ket. Foto: Para pekerja memasang penerangan pada tanda “X” di atas kantor pusat perusahaan X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, di pusat kota San Francisco, Jumat, 28 Juli 2023. — Sumber: AP

"Tujuan sebenarnya dari AB 587 adalah untuk menekan platform media sosial agar menghilangkan konten tertentu yang dilindungi konstitusi yang dipandang oleh Negara sebagai konten yang bermasalah," bunyi gugatan tersebut.

"Negara memaksa perusahaan media sosial untuk mengambil posisi publik mengenai isu-isu kontroversial dan bermuatan politik."

Gugatan tersebut bertentangan dengan undang-undang yang mewajibkan perusahaan media sosial mempublikasikan kebijakan mengenai ujaran kebencian, disinformasi, pelecehan, dan ekstremisme di platform mereka, dan melaporkan data mengenai penegakan kebijakan tersebut.

"California tidak akan tinggal diam ketika media sosial dijadikan senjata untuk menyebarkan kebencian dan disinformasi yang mengancam komunitas kita dan nilai-nilai dasar sebuah negara," kata Gubernur California Gavin Newsom ketika menandatangani RUU tersebut menjadi undang-undang setahun lalu.

"Warga California berhak mengetahui bagaimana platform ini berdampak pada wacana publik kita, dan tindakan ini membawa transparansi dan akuntabilitas yang sangat dibutuhkan terhadap kebijakan yang membentuk konten media sosial yang kita konsumsi setiap hari."

Musk, awal pekan ini mengatakan sedang mempertimbangkan akan menggugat Liga Anti-Pencemaran Nama Baik (ADL), sebuah kelompok anti-kebencian terkemuka, dengan alasan bahwa tuduhan anti-Semitisme telah menyebabkan X kehilangan pendapatan.

Musk menuduh organisasi Yahudi yang berbasis di AS tersebut membuat keluhan tidak berdasar terhadap dirinya dan X sehingga membuat takut para pengiklan.

"Pengiklan menghindari kontroversi, jadi yang diperlukan ADL untuk menghancurkan pendapatan iklan kami di AS dan Eropa adalah dengan membuat tuduhan yang tidak berdasar," tulis Musk dalam postingan yang panjang di X, dimulai dengan klarifikasi bahwa ia mendukung kebebasan berpendapat namun "menentang anti- Semitisme dalam bentuk apa pun."

Dalam laporan tahun 2016, ADL mengatakan serangan anti-Semit terhadap jurnalis telah meledak di Twitter, "berkat retorika kampanye presiden tahun 2016."

Mereka menuduh jejaring sosial tersebut gagal mengendalikan "masalah trolling" mereka.

Miliarder Musk dituduh memicu kiasan anti-Semit, termasuk serangan terhadap filantropis Yahudi George Soros.

Menurut ADL dan Center for Countering Digital Hate (CCDH), ujaran bermasalah dan rasis telah meningkat tajam di X sejak Musk mengambilalih pada Oktober lalu.

Sejak itu, bos Tesla tersebut memecat ribuan karyawan Twitter, mengurangi moderasi konten, dan mengaktifkan kembali akun mantan presiden Donald Trump.

Bulan lalu, Musk menggugat CCDH, menuduhnya melakukan kampanye kotor yang merusak hubungan jejaring sosial dengan pengiklan.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.