Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB: Butuh 360 Miliar Dolar AS per Tahun untuk Kesetaraan Gender pada 2030

📅 Sabtu, 09 Sep 2023, 00:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
PBB: Butuh 360 Miliar Dolar AS per Tahun untuk Kesetaraan Gender pada 2030 Doc: ANTARA/Xinhua/Li Jianguo
Ket. Para pengunjuk rasa melakukan aksi demonstrasi saat peringatan "Women's March 2020" di San Francisco, Amerika Serikat, pada 18 Januari 2020.

New York - Tambahan investasi sebesar 360 miliar dolar AS per tahun diperlukan untuk mencapai kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan pada semua tujuan utama global di tahun 2030, demikian disebutkan dalam laporan terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dirilis pada Kamis (7/9).

Publikasi bertajuk "Kemajuan dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan: Potret Gender 2023" (Progress on the Sustainable Development Goals: The gender snapshot 2023) itu diproduksi bersama oleh entitas PBB untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (UN Women) serta Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB.

Laporan tahunan terbaru itu memberikan analisis komprehensif mengenai kondisi kesetaraan gender saat ini di seluruh 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG) dan menyoroti tren, kesenjangan, dan kemunduran yang terjadi dalam perjalanan menuju pencapaian kesetaraan gender pada 2030.

Laporan tersebut memberikan gambaran yang mengkhawatirkan pada separuh jalan Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030, yang menunjukkan bahwa dunia masih gagal mencapai kesetaraan gender terlepas dari berbagai upaya yang dilakukan secara global.

Laporan tersebut memperingatkan bahwa, jika tren saat ini terus berlanjut, maka lebih dari 340 juta perempuan dan anak perempuan, atau sekitar 8 persen populasi perempuan di dunia, akan hidup dalam kemiskinan ekstrem pada 2030, dan hampir satu dari empat perempuan akan mengalami kerawanan pangan tingkat sedang atau parah.

Kesenjangan gender dalam posisi kekuasaan dan kepemimpinan masih mengakar, lanjut laporan itu, mencatat bahwa dengan tingkat kemajuan saat ini, generasi perempuan berikutnya akan menghabiskan rata-rata 2,3 jam lebih banyak per hari untuk melakukan tugas perawatan tidak berbayar dan pekerjaan rumah tangga dibandingkan kaum pria.

Hal ini menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan upaya nyata untuk mempercepat kemajuan menuju kesetaraan gender pada 2030.

Laporan tersebut menyerukan pendekatan terpadu dan holistik, kolaborasi yang lebih besar di antara para pemangku kepentingan, pendanaan dan langkah kebijakan berkelanjutan untuk mengatasi kesenjangan gender serta memberdayakan perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia, menyimpulkan bahwa kegagalan untuk memprioritaskan kesetaraan gender saat ini berpotensi membahayakan seluruh Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.