Ikea Tawarkan Sensor Pendeteksi Polusi Udara Ramah di Kantong
Jumat, 08 Sep 2023, 20:06 WIBJAKARTA - Tingkat polusi udara di Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa bulan terakhir semakin meningkat. Sebuah aplikasi pemantau kualitas udara asal Swiss, IQAir, menyebutkan bahwa Jakarta secara konsisten masuk 10 besar kota paling berpolusi di seluruh dunia.
Polusi udara tentu saja tidak baik bagi kesehatan masyarakat di wilayah tersebut. Jika laporannya terus-menerus diterima masyarakat bisa berdampak pada menurunnya kesehatan terutama kesehatan saluran pernapasan.
"Polusi udara sangat berbahaya bagi kesehatan dan dapat mengganggu kegiatan sehari-hari. Ikea ingin mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mulai meningkatkan kualitas udara dari rumah agar aktivitas harian dapat dilakukan dengan nyaman," kata PR and Communication Manager, Ririn Basuki melalui keterangan tertulis, Rabu (6/9).
Kualitas udara yang kita hirup dapat dideteksi menggunakan sensor kualitas udara VINDRIKTNING. Jika udara bersih maka lampu indikator akan menyala dengan warna hijau dan warna merah jika udara kotor. Sensor ini juga mampu mendeteksi polutan PM 2.5 yaitu jenis partikel sangat kecil, yang bentuknya serupa dengan debu, dengan ukuran kurang dari 2,5 mikrometer.
"Beberapa aktivitas di rumah yang melepaskan partikel PM2.5 adalah seperti memasak, membakar makanan, menggunakan perapian yang terbuka serta menyemprot. Partikel ini juga mampu meresap masuk dari udara luar yang tercemar ke dalam rumah," terang Ririn.
Pemurni Udara
Udara yang terdeteksi kotor dapat disaring menggunakan pemurni udara (air purifier) dari Ikea dengan nama UPPÃ TVIND. Filter penyaringnya sudah diuji dengan standar ISO 29463-3 yang sesuai dengan kelas EPA12, artinya mampu menyaring lebih dari 99,5 persen dari semua partikel di udara seperti partikel PM 2.5, debu, dan serbuk sari.
"Fitur unggulan lainnya adalah memiliki 3 kecepatan kipas sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan di rumah dan juga mempengaruhi tingkat kebisingan. Jika ingin tidur nyenyak, pilih kecepatan kipas terendah dengan tingkat kebisingan rendah di malam hari," paparnya.
Pemurni udara ini akan bekerja secara optimal untuk ruangan seluas 7 m2 di mana udara disaring melalui pembersih udara 5 kali per jam. Sedangkan untuk ruangan yang lebih besar akan membutuhkan waktu pembersihan sedikit lebih lama. Gunakan beberapa unit untuk mencakup area yang lebih luas dan efektifitas.
Selain itu, keunggulan dari kedua produk ciptaan David Wahl ini adalah memiliki berat yang ringan sehingga mudah dipindahkan ke ruangan manapun sesuai kebutuhan. Selain itu juga ditawarkan dengan harga yang ramah di kantong. Untuk VINDRIKTNING produk sensor kualitas udara dijual pada harga 299 ribu rupiah, sedangkan UPPÃ TVIND produk pemurni udara dibanderol sebesar 799 ribu rupiah.
"Kualitas udara yang baik bisa kita usahakan mulai dari rumah dan tidak harus mahal. Dompet aman, keluarga pun juga nyaman," pungkasnya.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
PT KAI: KA Makassar–Parepare Layani 318.311 Penumpang Sepanjang 2025
-
Kanker Paru Kini Mengintai Non-Perokok, Penyintas Desak Akses Diagnosis dan Obat Inovatif
-
UMKM Binaan PLN UID Jakarta Raya Goes to Korea Selatan
-
New START Berakhir, AS-Russia Rundingkan Kesepakatan Nuklir Baru
-
Kematian Dini Terkait Polusi Udara Meningkat di Asia Tenggara
-
Ssstt.. Sandara Park dan Lee Dong-wook akan Ada di Singapura Bulan Depan!
-
Sudin LH Jemput Bola Uji Emisi Hampir 2.000an Kendaraan untuk Tekan Polusi Udara di Jaksel
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.