Pemimpin Asean Adopsi 11 Dokumen pada KTT Asean 2023

Rabu, 06 Sep 2023, 00:37 WIB

Jakarta - Para pemimpin Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) mengadopsi 11 dokumen pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 Asean di Jakarta, Selasa.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyebut dari 11 dokumen itu, ada tujuh deklarasi yang antara lain terkait langsung dengan peningkatan ekonomi, pengembangan komunitas Asean, serta peningkatan pembangunan di kawasan.

Ket. Foto: Presiden RI Joko Widodo (kelima kiri) bersama (dari kiri) Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr., Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Head of Delegation of The Kingdom of Thailand Sarun Charoensuwan, Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh, Perdana Menteri Laos Sonexay Siphandone, Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, Perdana Menteri Kamboja Hun Manet, Perdana Menteri Malaysia DatoÕ Seri Anwar Ibrahim dan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao berfoto bersama saat pembukaan Asean Indo-Pasific-Forum (AIPF), Jakarta, Selasa (5/9/2023). — Sumber: Antara/Media Center KTT Asean 2023/Risa Krisadhi

Dokumen pertama yang diadopsi oleh para pemimpin adalah Asean Concord ke-4 sebagai fondasi penyusunan Visi Asean 2045. Kedua adalah deklarasi tentang dialog hak-hak kemanusiaan Asean, yang pertama kali tercapai pada keketuaan Indonesia tahun ini.

"Indonesia berkomitmen untuk memajukan promosi dan proteksi hak asasi manusia. Oleh karena itu kita ingin agar Dialog HAM Asean dilakukan secara reguler," kata Retno kepada wartawan di Jakarta, Selasa.

Ketiga adalah deklarasi tentang pembangunan inklusif disabilitas dan kemitraan untuk komunitas Asean yang tangguh. Deklarasi itu pada intinya adalah mendorong partisipasi masyarakat Asean secara inklusif, termasuk penyandang disabilitasdalam pembangunan.

Keempat adalah deklarasi tentang perlindungan dan pendidikan anak di Asia Tenggara, yang menunjukkan tekad Asean untuk memulai pendidikan sejak dini.

Selanjutnya, para pemimpin Asean juga mengadopsi deklarasi tentang kesetaraan gender dan pembangunan keluarga, deklarasi tentang ketahanan berkelanjutan, penguatan ketahanan pangan dan nutrisi dalam respons terhadap krisis, serta tentang Asean sebagai episentrum pertumbuhan.

Pertemuan di Jakarta juga menghasilkan pernyataan Bersama Asean tentang Perubahan Iklim menuju Konferensi Para Pihak ke-28 Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC COP-28) yang di Dubai, Uni Emirat Arab pada akhir November 2023.

Dokumen ini merupakan komitmen Asean terhadap UNFCC dan Perjanjian Paris dalam mengatasi perubahan iklim.

Para pemimpin juga menyepakati dokumen pernyataan terkait perkembangan digital perjanjian kerangka ekonomi (DEFA) dan kerangka ekonomi biru Asean.

"Kerangka ekonomi biru ini merupakan hal yang baru. Jadi ada pengakuan bahwa ekonomi biru merupakan sumber baru dari pembangunan berkelanjutan," kata Retno.

Selain itu, Indonesia pada tahun ini juga mengembangkan agenda maritim, antara lain disepakatinyaAsean Maritime Outlook,kemudian menjadikan pertemuan Forum Maritim Asean sebagai pertemuan tahunan.

Pertemuan pada KTT ke-43 Asean 2023 tersebut juga menyepakati pedoman untuk mempercepat negosiasi tata perilaku (Code of Conduct/COC) di Laut China Selatan.

Sementara itu, pada sesiretreat, para pemimpin Asean mengesahkan satu dokumen tentang peninjauan dan keputusan pemimpin Asean tentang implementasi Konsensus Lima Poin dalam menyelesaikan krisis Myanmar.

Dokumen tersebut menyatakan antara lain bahwa Konsensus Lima Poin akan tetap menjadi rujukan bagi Asean dalam menyelesaikan konflik di Myanmar, dan Myanmar tidak diizinkan untuk memimpin blok tersebut pada 2026 sesuai jadwal semula sehingga posisinya akan digantikan oleh Filipina.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.