Dampak Karhutla Gunung Arjuno, Pelepasan Satwa Liar Tertunda
Rabu, 06 Sep 2023, 13:15 WIBSURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pada Rabu (6/9), menyampaikan bahwa angin kencang menjadi salah satu faktor kendala dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di yang berada dalam gugusan kompleks pegunungan Arjuno, Malang, Jawa Timur.
Dia menjelaskan, salah satu dampak dari bencana yang masih berlangsung ini adalah rencana pelepasan sejumlah hewan liar di kawasan konservasi tersebut harus ditunda.
"Sebetulnya kita akan melepasliarkan beberapa satwa yang sekarang ada dalam karantina dinas kehutanan. Kemarin saya meminta jangan dilepasliarkan dulu, sampai ini semua kondusif," ungkapnya usai melantik Bupati Probolinggo Sisa Masa Jabatan Hasil Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2018-2023, Timbul Prihanjoko, di Surabaya.
"Ini kan hutan konservasi, seharusnya menjadi tumbuh kembang habitat yang ada. Tiap tahun kita melepasliarkan beberapa jenis hewan, tapi kali ini ada perburuan liar (dengan membakar hutan), saya minta ada straight punishment," tegas Khofifah.
Terkait angin kencang, lanjutnya, telah membuat api menjalar melewati zona pembatasan yang telah dibuat oleh segenap masyarakat dan petugas untuk mencegah perluasan karhutla.
"Sebetulnya upaya yang dilakukan oleh masyarakat melakukan pembatasan sudah luar biasa, api tidak menjalar. Tapi kena angin sehingga api bisa melampui pembatasan," terangnya.
Dia menambahkan, upaya pemadaman dari udara (water bombing) masih dilakukan setiap hari hingga hari ke-lima ini.
"Karena kemiringan lereng Arjuno cukup ekstrem sehingga tidak bisa dilakukan pemadaman cara biasa, harus water bombing. Sekarang titik api di Arjuno sudah berkurang," ujarnya.
Sebelumnya, Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto menyampaikan, perkembangan kegiatan water bombing dan luasan lahan terdampak karhutla yang kini telah mencapai 3.910 hektar. Luasan lahan tersebut juga telah merembet ke wilayah Kota Batu dan Kabupaten Mojokerto.
Titik api yang terbaca dalam Sipongi juga bertambah dari awalnya 7 titik, lalu meluas 50 titik dan Senin malam melonjak menjadi 156 titik. Karena kondisi karhutla di Gunung Arjuno yang kian meluas, BNPB pun berencana akan menambah armada water bombing dalam dua hari ke depan.
Hanya saja, saat ini masih diindentifikasi potensi armada helikopter yang akan didatangkan ke Jatim. Sebab, semua helikopter yang ada saat ini masih terfokus pada penanganan Karhutla.
"Kurang lebih 31 unit helikopter telah dikerahkan di wilayah Kalimantan dan Sumatera dalam penanganan Karhutla. Karena itu, kita akan komunikasikan lagi dengan pihak Antares dalam upaya penambahan unit Helikopter di sini," terang Tenaga Ahli BNPB Heri Setyono.
"Pergerakan angin itu sangat berpengaruh terhadap penyebaran api dan penambahan titik api. Untuk itu, informasi cuaca dari BMKG sangat dibutuhkan untuk menentukan strategi pemadaman," sarannya.
- Khofifah Indar Parawansa
- Hukum Karhutla
- kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)
- Pemprov Jatim
- Gunung Arjuna
- Gunung Arjuno
- Pemadaman Kebakaran
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Ratusan Pecatur DKI Jakarta Adu Strategi di Kejurda Catur, Siapa yang Jadi Jawara?
-
Pemprov DKI Gandeng Korsel Atasi Persoalan Kota dengan Manfaatkan AI
-
Bukan Cuma Lolos! Timnas Putri U17 Pasang Target Juara Grup B di Kualifikasi Piala Asia 2027
-
Asap Karhutla Menjauh, Pemprov DKI Tetap Lakukan Water Mist dan OMC
-
Asap Karhutla Terdeteksi di Atmosfer Jakarta, DPRD Desak Mitigasi di Sekolah dan Rumah Sakit
-
Wakapolda Sulteng Pimpin Rakor Karhutla, Perkuat Patroli dan Deteksi Dini Titik Api
-
Pariwisata Indonesia Catat Pertumbuhan Wisman dan Wisnus
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.