KTT Iklim Afrika Dimulai dengan Fokus untuk Membahas Pendanaan

Selasa, 05 Sep 2023, 00:00 WIB

NAIROBI - KTT Iklim pertama Afrika dibuka di Ibu Kota Kenya, Senin (4/9), di mana para delegasi berusaha menentukan posisi bersama sebelum konferensi global yang akan datang, serta mendiskusikan bagaimana pendanaan untuk prioritas isu lingkungan benua.

Pelaksana KTT mengatakan mengantisipasi ratusan juta dollar AS dalam bentuk kerja sama yang akan diumumkan pada KTT selama tiga hari itu, di mana mereka ingin menampilkan Afrika sebagai tujuan investasi iklim daripada sekadar korban banjir, kekeringan, dan kelaparan.

Ket. Foto: KTT Iklim per­tama Afrika dibuka di Ibu Kota Kenya — Sumber: ISTIMEWA

Seperti dikutip dari Antara, para menteri lingkungan, eksekutif bisnis, dan aktivis iklim akan mendiskusikan bagaimana meningkatkan pendanaan iklim dan pasar karbon, investasi terhadap penanganan kenaikan suhu dan transformasi sistem pangan.

Lebih dari 20 presiden dan kepala pemerintahan dijadwalkan untuk hadir pada Selasa yang merencanakan untuk mengeluarkan deklarasi untuk mengurai posisi Afrika sebelum Konferensi Iklim PBB di New York pada September dan KTT COP28 PBB di Uni Emirat Arab pada akhir November.

Kondisi Genting

Dalam sambutan pembukanya, Menteri Lingkungan Hidup Kenya, Soipan Tuya, menekankan kondisi genting saat ini. "Perdebatan mengenai iklim telah memasuki era baru. Bukan lagi hanya mengenai penanganan masalah lingkungan atau perkembangan, tapi membicarakan perubahan iklim dalam konteks keadilan," kata Tuya.

"Jika kita tidak mengembangkan langkah respons yang memadai untuk menghadapi krisis perubahan iklim, itu akan menghancurkan kita," tambahnya.

Pemimpin negara-negara Afrika mendorong instrumen pendanaan berbasis pasar seperti kredit karbon dalam upaya untuk mengumpulkan pendanaan yang disebut sangat lambat turunnya dari negara donor kaya.

Kredit karbon mengizinkan pencemar udara untuk mengimbangi emisi yang dikeluarkan dengan membiayai kegiatan-kegiatan termasuk penanaman pohon dan energi terbarukan.

Salah satu bank pinjaman terbesar di Republik Kongo, Rawbank, dan pedagang energi global Vitol mengumumkan investasi senilai 20 juta dollar AS (304,8 miliar rupiah) pada Senin di energi terbarukan, penyediaan energi lain untuk memasak lebih bersih serta konservasi hutan di Kongo.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla di Kalimantan

Panen Durian dan Manggis di Lebak Serap Ribuan Tenaga Kerja

Labuan Bajo Normal Pascagempa NTT, Kemenpar Minta Aktivitas Wisata Utamakan Keselamatan

Nicolas Cage Akhirnya akan Kembali dalam National Treasure 3

Empat Wisatawan Terseret Ombak Saat Mandi di Pantai Tuturuga Minahasa, Kenzy Masih Hilang

Pemkot Tebing Tinggi Ajak Pelajar Budayakan Menabung

Kemenhut Pastikan Kebakaran Hutan di TN Way Kambas Sudah Padam, Seluruh Gajah Aman

Tol Cisumdawu Arah Bandung-Cirebon Ada Perbaikan, Kontraflow DIberlakukan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.